Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keluarga Dalam Praktik Pencegahan DBD di Mautapaga-Ende - FloresPos Net

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keluarga Dalam Praktik Pencegahan DBD di Mautapaga-Ende

- Jurnalis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 17:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pius Kopong Tokan, SKM., M.Sc

Pius Kopong Tokan, SKM., M.Sc

Oleh: Pius Kopong Tokan, SKM., M.Sc

KEJADIAN deman berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), periode 2018-2022 sebanyak 609 kasus, tertinggi di Puskesmas Kota Ende, 146 kasus. (Tokan & Ahmad, 2024). Tahun 2023 terdapat 57 kasus, tertinggi adalah Puskesmas Kota Ende sebanyak 16 kasus (Profil Kesehatan Kab Ende, 2023).

Dari 3 wilayah binaan Puskesmas Kota Ende, kelurahan yang dikategorikan sebagai wilayah endemis DBD adalah Mautapaga karena selalu menyumbang kasus DBD setiap tahun bahkan terus meningkat.

Lokus kejadian DBD paling banyak selalu terjadi di lingkungan Perumnas. Hasil penelitian Tokan (2019) mendukung kalau wajar Perumnas adalah penyumbang terbesar kejadian DBD.

Hasil perhitungan indeks ovitrap (IO) yang diperoleh dari hasil penangkapan telur nyamuk Aedes di lingkungan Perumnas sebesar 30%.

Kategori nilai IO tersebut  dilevel 3 karena berada pada kisaran 20 %-40 %., yang mengindikasikan risiko perkembangbiakan yang pesat dari nyamuk Aedes dan selanjutnya berdampak pada penularan DBD.

IO tertinggi di RT 12 sebesar 39%, diikuti RT 10 sebesar 34%, RT 14: 29%, RT 11: 27%, dan RT 13: 24%. Kontribusi IO yang tinggi terdapat di dalam rumah.

Baca Juga :  Mendagri Apresiasi Posko Tanggap Darurat Bencana di Sikka

Hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan selain karena posisi rumah yang berdempet-dempetan, ditemukan masih banyak bak-bak/kontainer penampungan air yang terbuka dengan jentik positip, menggantung pakaian bekas pakai di dalam kamar tidur, situasi di dalam rumah yang gelap dan lembab, jendela rumah jarang dibuka, penempatan barang-barang bekas pakai yang tidak teratur (Tokan et al., 2019).

Menyikapi persoalan ini, tim dosen bersama mahasiswa Program Studi D III Keperawatan Ende Poltekkes Kemenkes Kupang yang diketuai oleh Pius Kopong Tokan,SKM., M.Sc melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk memberdayaan masyakat berbasis keluarga sehingga dapat meningkatkan kemandirin keluarga dalam pencegahan DBD.

Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan DBD adalah PSN 3M Plus yang merupakan kegiatan paling efektif untuk mencegah terjadinya penyakit DBD serta mewujudkan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat (Dirjen P2P, 2017).

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan Oktober 2024, dengan tujuan: meningkatkan pegetahuan keluarga tentang penyakit DBD, meningkatkan ketrampilan praktik pemeriksaan jentik, meningkatkan partisipasi keluarga dalam mencegah DBD, dan meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ).

Manfaat yang diperoleh bagi masyarakat: mampu memahami tentang konsep penyakit DBD dan praktik pencegahaannya dan memberikan solusi mengatasi timbulnya kejadian penyakit DBD; bagi Pemerintah Kelurahan Mautapaga: membantu mengurangi kejadian DBD serta meningkatkan partisipasi masyarakat berbasis keluarga dalam melakukan tindakan pencegahan DBD.

Baca Juga :  Pengganti Nasi yang Padat Nutrisi, Ini Manfaat Sorgum Bagi Kesehatan Tubuh

Rangkain kegiatan diawali dengan persiapan terdiri dari survey lokasi, koordinasi dan sosialisasi dengan Pemerintah Kelurahan Mautapaga, perijinan, pengumpulan data, persiapan alat dan bahan penunjang kegiatan, pertemuan dengan tokoh masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian masyarakat dimulai dengan sosialisasi/ pelatihan pada masyarakat dilanjutkan dengan praktik pemeriksaan jentik dan praktik 3M Plus.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan selama tiga bulan sambil memberikan motivasi untuk terus meningkatkan perilaku pencegahan DBD dengan 3M Plus. Dari rangkaian kegiatan ini memberikan hasil peningkatan pengetahuan masyarakat tentang DBD sebesar 50%.

Peningkatan pengetahuan ini diikuti dengan perubahan sikap dan perilaku positip dalam mencegah DBD dengan menerapkan 3M Plus dibuktikan dengan perolehan Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 90%.

Dengan demikian, wilayah ini diperkirakan akan terbebas dari penyakit DBD dalam waktu yang relatip lama apabila perilaku ini tetap dipertahankan.*

Penulis, adalah Dosen Prodi Keperawatan Ende, Politeknik Kesehatan Kupang

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 208 kali dibaca
REDAKSI: Kami Menerima Artikel Opini Dilengkapi Biodata Singkat dan Foto Penulis. Dikirim Melalui Email: florespos@yahoo.co.uk atau redflorespos@gmail.com.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru