MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT FTF Globalindo untuk mengelola parkir di tepi jalan di Kota Maumere.
Saat ini kesepakatan yang terjadi itu berada di 24 titik lokasi parkir yang ada di Kota Maumere ini yang bila dibagi maka lokasi itu berada pada sekitar 14 ruas jalan.
“Saat ini pun, setiap titik parkir itu pun kami tempatkan Juru Parkir (Jukir) di sana. Saat ini total pegawai yang bekerja di parkir tepi jalan ini ada 34 orang,” sebut Direktur PT.TFT Globalindo, Bangun Joeclyn Tobing saat launching e-retribusi parkir tepi jalan Selasa (12/5/2026).
Joeclyn mengakui dari 34 karyawan tersebut sebanyak 24 orang merupakan petugas parkir lama sehingga pihaknya hanya menambah 10 pekerja baru saja.
Pihaknya pun melakukan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pengawas pada 18 titik termasuk lokasi di belakang Gelora Samador Maumere.
Dengan begitu semua aktifitas akan terekam dan rekaman dilakukan selama 2 minggu dan setelah itu baru direset kembali sehingga apabila ada hal-hal yang diperlukan di area tersebut pihaknya memiliki rekaman.
“Rekaman dari kamera pengawas ini akan tersedia selama dua minggu dan kami reset kembali.Juru parkir juga menggunakan rompi, seragam dan pakai tanda pengenal,” jelasnya.
Joeclyn menambahkan, pihaknya pun menggunakan traffic cone atau pembatas jalan sebagai penataan parkir dan untuk pembayarannya sendiri pihaknya menggunakan 2 tipe bayar.
Pembayaran pertama menggunakan tunai, sedangkan satu lagi menggunakan kartu member yang sifatnya pembayaran bulanan sehingga dimanapun parkir tidak ada biaya lagi.
Terkait biaya kartu langganan PT. TFT Globalindo mengaku bisa berkonsultasi lagi dengan pemerintah daerah sebab bila sesuai peraturan daerah ditetapkan Rp50 ribu untuk sepeda motor, mobil Rp100 ribu.
“Biaya membernya bisa kita sesuaikan lagi supaya masyarakat juga mau untuk menggunakan member. Kita juga akan kerjasama dengan Bank NTT untuk pembayaran menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard),” jelasnya.
Joeclyn juga mengaku kantornya juga memiliki kontrol room atau ruang untuk mengontrol semua aktivitas pemungutan parkir yang berada di taman tsunami Maumere.
Pemungutan parkir pun dilaksanakan hari Senin sampai Minggu kecuali di areal pertokoan dan di belakang Gelora Samador tidak ada pungutan di hari Minggu.
Joeclyn menyebutkan apabila ada titik lainnya yang juga akan dilakukan pemungutan retribusi parkir maka pihaknya siap untuk melaksanakan pemungutan dengan menempatkan juru parkir.
“Kita kalau parkir kawasan seperti di pasar rumah sakit, kita cuma pasang palang langsung jalan.Kalau di tepi jalan masalahnya kompleks karena mengatur orang itu tidak sama dengan mengatur barang,” ungkapnya.
Untuk itu tambah Joeclyn, pihaknya selalu melakukan edukasi, pendampingan, serta melakukan supporting dan pihaknya pun minta dukungan dari semua stakeholder supaya parkir tepi jalan ini berjalan konsisten.
Dirinya mengaku di daerah lain yang bisa menerapkan secara konsisten parkir di tepi jalan itu belum ada bahkan belum ada yang benar-benar sukses dalam menerapkannya.
Ia mencontohkan di kota Bandung dan Jakarta ada parking meter dan lain-lainnya namun sekarang tidak berjalan.
“Makanya gimana caranya ini bisa konsisten, bermanfaat untuk peningkatan asli daerah, dan juga bermanfaat untuk kelancaran dan penataan dan wajah kota pun bisa terlihat lebih rapi. Nah itu yang kami coba pertahankan,” ucapnya.
Joeclyn mengaku penerapan parkir tepi jalan ini tantangannya luar biasa dan dirinya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sikka yang berani mengambil langkah untuk menerapkannya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










