Netral dan Independen Media dalam Membaca Kasus Waduk Lambo - FloresPos Net - Page 4

Netral dan Independen Media dalam Membaca Kasus Waduk Lambo

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 08:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berimbang bukan berarti hanya sekedar bicara, asal menyampaikan pendapat, tanpa fakta. Berimbang itu harus profesional dan proporsional, berdasarkan data dan fakta.

Lalu bagaimana dengan azas netral atau tidak berpihak kepada siapa pun. Independen bukan berarti seorang jurnalis tidak punya pengetahuan sendiri, tidak boleh punya opini sendiri.

Baca Juga :  Wakil Bupati Nagekeo Curhat Infrastruktur Buruk, Wapres RI Beri Respons Positif

Berbasis pengetahuan itulah yang harus dibawa saat peliputan, saat turun ke lapangan, saat konfirmasi yang mengacu kepada data, fakta, verifikasi, cek and ricek, dengan standar kode etik jurnalistik dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Wartawan yang meliput soal Waduk Lambo juga tidak boleh menerima imbalan apa pun baik berupa uang, fasilitas, hadiah dalam bentuk apa pun. Karena akan mengganggu obyektifitas peliputan.

Baca Juga :  Waspada Gigitan Hewan Penular Rabies pada Anak

Netralitas dan independensi dalam menulis Waduk Lambo akan menjamin kepastian yang difokuskan pada hak masyarakat umum untuk mendapatkan informasi yang akurat dan pro kepada kepentingan publik. *

Penulis adalah Jurnalis Media Indonesia, tinggal di Denpasar

Berita Terkait

Wajah Gereja Sinodal, Kenotik, dan Inkulturatif di San Juan Lebao Tengah
Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo
Menakar Kapasitas Pemimpin Desa Ditengah Efesiensi Anggaran
Menakar Ilusi 12 Program “Sahabat Sejati”: Ketika Janji Politik Menjadi Komoditas Kedunguan di Rai Belu
Generasi Emas yang Cemas (Krisis Sunyi di Balik Mimpi 2045)
Tahun Baru Islam Momentum Perbaikan diri Masyarakat
Panggung Global dan Pergeseran Kekuasaan (Catatan Singkat Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026)
Tiktok Bukan Dokter: Bahaya Self dari Media Sosial
Berita ini 534 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:29 WITA

Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo

Senin, 22 Juni 2026 - 21:12 WITA

Menakar Kapasitas Pemimpin Desa Ditengah Efesiensi Anggaran

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:31 WITA

Menakar Ilusi 12 Program “Sahabat Sejati”: Ketika Janji Politik Menjadi Komoditas Kedunguan di Rai Belu

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:14 WITA

Generasi Emas yang Cemas (Krisis Sunyi di Balik Mimpi 2045)

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:55 WITA

Tahun Baru Islam Momentum Perbaikan diri Masyarakat

Berita Terbaru