Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Kejahatan memang tidak selalu sempurna. Selalu saja hadir orang-orang baik dan berhati nurani yang mempersembahkan dirinya-hidup maupun mati-untuk memuliakan orang-orang kecil di Nagekeo, khususnya ketiga ketua suku: Redu, Gaja dan Isa yang sekian lama menjadi korban teror dan kekerasan gerombolan mafia.

Ketiga, dugaan pemerasan juga terkait dengan fakta buka-tutup waduk Lambo. Perusahaan-perusahaan (PT) yang dipercaya mengerjakan waduk Lambo selalu diintimidasi oleh oknum polisi dari Polres Nagekeo.

Taktik liciknya: kalau mau bisa kerja waduk, ada poin-poin yang harus dipenuhi dulu oleh pihak PT. Oknum polisi, kadang memakai jasa preman lokal, menekan Balai Wilayah dan Sungai (BWS) yang setiap hari selalu berada dalam kondisi jiwa sangat tertekan. Biang kerok yang menghambat pembangunan waduk Lambo itu bukan dari masyarakat tapi dari oknum aparat Polres Nagekeo. Dugaan semuanya tertuju kepada Kabag Ops Servulus Tegu dan mantan Kapolres Yudha Pranata.

Baca Juga :  Dukung Kedaulatan Pangan di Nagekeo, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Berikan Bantuan Alsintan

Kehadiran oknum Kabag Ops Tegu ini sangat meresahkan perusahaan-perusahaan (PT) di waduk Lambo dan BWS selalu berada dalam posisi ditekan dan diancam setiap saat. Ujung-ujungnya: peras uang perusahaan dan masyarakat.

Maka jika kita mendengar ada penghentian pembangunan waduk Lambo, kita pastikan itu bagian utuh dari pekerjaan gerombolan mafia: sodorkan poin untuk dipenuhi, masuk bangun negosiasi dan ujungnya: pemerasan dan perampokan yang kasar.

Kronologi Hambatan Pencairan Pascaputusan Dading

Kita menulis kembali kronologi ini untuk memperkuat komitmen perjuangan warga khususnya tiga ketua suku (Redu, Gaja dan Isa) agar tidak menyerah pada teror “gertak sambal” dari gerombolan mafia waduk Lambo.

Perkara kepemilikan terhadap 14 bidang tanah di lokasi waduk Lambo antara pihak penggugat Fransiskus Ngeta
melawan para tergugat yang terdiri dari Gabriel Bedi (Ketua Suku Redu), Leonardus Suru (Ketua Suku Gaja) dan Gaspar Sugi (Ketua Suku Isa).

Baca Juga :  Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Perkara dengan nomor 02/PDT.G/2023/PN.BJW tersebut diakhiri dengan terbitnya Surat Kesepakatan Damai antara kedua pihak pada 8 Juni 2023 berdasarkan kesadaran bersama bahwa pihak pertama dan pihak kedua merupakan satu kesatuan dalam komunitas masyarakat adat Rendu yang di dalamnya terdapat tiga suku yakni Suku Redu, Suku Gaja dan Suku Isa yang selama ini mendiami wilayah administrasi Desa Rendubutowe.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri sengketa secara damai (Dading) yang telah dituangkan dalam bentuk “Akta” melalui musyawarah-mufakat dengan 6 poin kesepakatan.

1. Pasal 2: Kedua belah pihak sepakat membatalkan berita acara pembagian uang ganti rugi terhadap dua bidang tanah nomor 493 dan 496 dengan suku Kawa sebesar 60% untuk Kawa dan 40% untuk Suku Redu, Isa dan Gaja.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo
Berita ini 4,944 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Ekonomi

Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 15 Des 2025 - 08:42 WITA