Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo) - FloresPos Net - Page 7

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Leonardus Suru dan Gaspar Sugi mengaku diapit oleh Kabag OPS Polres Nagekeo, AKP Servulus Tegu dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo. Keduanya sepakat mendesak agar Leonardus Suru dan Gaspar Sugi segera menandatangani kuasa penyerahan kepada Wunibaldus Wedo. Tegu memang benar-benar otak mafia waduk Lambo.

Dokumen penyerahan kuasa pencairan uang ganti rugi waduk Lambo yang sudah ditandatangani itu kemudian diserahkan ke Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo. Seharusnya, pertemuan antara para pihak yang diselenggarakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo fokus membahas tata cara pencairan uang ganti rugi tanah milik ketiga suku: Regu, Gaja dan Isa.

Berdasarkan hasil Dading, khususnya pasal 3, pihak berwenang menerima uang ganti rugi adalah tiga suku yang berada di Desa Rendubutowe: Suku Redu, Suku Gaja dan Suku Isa.

Pertemuan yang diselenggarakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo terkesan hendak “menganulir” kembali putusan Dading yang telah dibuat dalam bentuk Akta. Otak semua itu ada di Kabag Ops, AKP Servulus Tegu.

Baca Juga :  Pemimpin “Berhati” Rakyat (Kepada Bupati Tote Badeoda dan Wabup Domi Mere)

Merujuk pada hasil Dading pasal 3, seharusnya penerima kuasa pencairan hanya bisa direkomendasikan oleh tiga orang ketua suku yaitu Suku Redu, Suku Gaja dan Suku Isa.

Akhirnya, ketiga ketua suku: Suku Redu, Suku Isa dan Suku Gaja menyadari kekeliruan sebagai pola permainan jahat dari Kapolres Nagekeo, Kabag Ops. Servulus Tegu dan Kepala BPN Nagekeo tersebut hingga saat ini mereka membatalkan rekomendasi kuasa pencairan kepada Wunibaldus Wedo.

Wedo terempas, lebih tepat diempaskan ketiga ketua Suku. Terempasnya Wedo juga menjadi bukti penghentian kerja otak mafia dari Kabag Op, AKP Servulus Tegu. Ketiga suku telah bersepakat menunjuk Leonardus Suru sebagai pihak yang akan menandatangani spesimen dokumen penerimaan ganti rugi waduk Lambo terhadap 14 bidang tanah yang disengketakan.

Manusia Sakti di Nagekeo

Namanya AKP (Ajun Komisaris Polisi) Servulus Tegu, perwira Polri yang pernah tercatat sebagai Kasat Intel dengan pangkat IPTU (Inspektur Polisi Satu) di Wilayah Polres Bajawa/Ngada pada 2018, dan kini Kabag Ops Polres Nagekeo dengan (pangkat AKP) pada 2025. Ia dipindahkan ke Nagekeo 2019 sejak Kepolisian Resor (Polres) Nagekeo berdiri.

Baca Juga :  Merawat Kepekaan Kemanusiaan

Ia sempat dipindahkan ke Kupang. Tapi, diduga, berkat dukungan orang kuat Jakarta, ia dikembalikan ke Nagekeo. Jaringan mafia Nagekeo ditengarai membutuhkan Tegu. Orang ini dikenal warga Nagekeo tidak tedeng aling-aling meneror, membentak, dan melancarkan intimidasi. Salah satu peristiwa paling heboh adalah teror Tegu kepada Gaspar Raja, pemilik tanah di Waduk Lambo.

Awak media di Nagekeo sangat takut pada sosok ini. Karena dia bukan “peneror” biasa, melainkan “peneror” berbaju coklat. Rakyat mana yang bisa melawan Tegu? Dia punya semuanya: kekuasaan sebagai polisi yang bisa menangkap dan menyekap siapa saja yang dianggap mengancam kepentingan dia (bukan kepentingan negara, ya). Dia juga punya uang dan koneksi kuat di Kupang dan Jakarta.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo
Berita ini 5,246 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA