Jagung Titi “Baleo” Lembata - FloresPos Net - Page 2

Jagung Titi “Baleo” Lembata

- Jurnalis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Titi jagung merupakan salah satu tradisi yang diwariskan secara turun temurun dalam rumpun masyarakat Lamaholot. Hasilnya jagung titi, menjadi salah satu makanan khas orang Lamaholot.

“Titi jagung ini sudah tradisi kami. Tiap pagi sebelum ke kebun dan anak-anak ke sekolah, saya titi jagung untuk makan pagi dan minum kopi atau teh. Saya titi jagung juga untuk jual. Bisa dapat  sedikit uang untuk makan dan sekolah anak,” kata Maria Urgoe dan Monika Tuto sambil tersenyum bangga.

“Bungkus buat saya satu plastik yang baru selesai dititi. Harganya berapa? tanya saya. “Duapuluh lima ribu no,” jawab Mama Marta Urgue dan Mama Monika Tuto.

Marta Urgoe dan Monika Tuto bertemu lagi dengan saya, Sabtu 11 Oktober 2025. Beda tempat. Ini, di halaman depan Kantor Bupati Lembata. Beda moment. Ini, dalam rangka perayaan hari ulang tahun otonomi daerah (Otda) Kabupaten Lembata ke-26.

Baca Juga :  Wisatawan Asal Argentina Jalan Kaki Keliling Pulau Flores, Apa Tujuannya?

Kabupaten Lembata secara definitif ditetapkan sebagai daerah otonomi baru pada 12 Oktober 1999. Lepas pisah dengan kabupaten induk, Flores Timur di ujung timur Pulau Flores.

Marta Urgoe dan Monika Tuto diundang lagi. Ikut aksi titi jagung meriarayakan HUT Otda itu. Aksi pagi itu, semua aparatur sipil negara pada organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata Titi Jagung. Marta dan Monika masuk dalam kelompok demo Titi Jagung dari kecamatan.

“Kami diundang lagi di kegiatan ini. Terima kasih pemerintah,” kata Marta dan Monika dengan bangga dan senyum lebar ketika bertemu saya.

Baca Juga :  Sejak Berdiri Tahun 2006, Pertama Kali PDAM Lembata Rekrut Karyawan Secara Terbuka

Para ASN tumpah ruah. Mereka aksi “Titi Jagung”. Tujuannya, untuk mengangkat kearifan lokal titi dan jagung titi sebagai pangan khas Lembata.

Lebih dari itu untuk meningkatkan rasa cinta ASN terhadap pangan lokal dan mendukung program Bupati-Wabup Lembata melalui tagline Nelayan, Tani dan Ternak serta meningkatkan kekompakan OPD lingkup Pemkab Lembata.

“Aksi ini sebagai sebuah gerakan untuk lebih mencintai makan khas Lembata, jagung titi dan mempunyai ketahanan pangan lokal.” Itu kata Apolonaris Mayan, Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Kebudayaan (Disporabud) Kabupaten Lembata disela-sela memantau aksi titi jagung itu.

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko: Langkah Strategis Penguatan Keselamatan Pariwisata Labuan Bajo
BPOLBF Gelar Kick Off FA 2026, Fokus Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha Pangan di Labuan Bajo
English is Fun: Kolaborasi Hangat Rita English Club dan Cristo Re English Club dalam English Night
BPOLBF Dukung Penuh Silentium Magnum, Gerakan Kolektif Pariwisata Berbasis Spiritualitas-Keberlanjutan
Perang Timur Tengah Berdampak Buruk Terhadap Pariwisata Manggarai Barat
Perempuan, Dapur dan Warisan Pangan Lokal (Meneropong Lebih Jauh Festival Pangan Lokal di Kampung Adat Wogo)
LNBM Berkomitmen Terus Nyalakan Lentera Riset dan Pemberdayaan ke  Seantero Indonesia
Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan
Berita ini 244 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 22:17 WITA

FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko: Langkah Strategis Penguatan Keselamatan Pariwisata Labuan Bajo

Rabu, 22 April 2026 - 07:39 WITA

BPOLBF Gelar Kick Off FA 2026, Fokus Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha Pangan di Labuan Bajo

Minggu, 19 April 2026 - 11:39 WITA

English is Fun: Kolaborasi Hangat Rita English Club dan Cristo Re English Club dalam English Night

Rabu, 1 April 2026 - 19:19 WITA

BPOLBF Dukung Penuh Silentium Magnum, Gerakan Kolektif Pariwisata Berbasis Spiritualitas-Keberlanjutan

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:52 WITA

Perang Timur Tengah Berdampak Buruk Terhadap Pariwisata Manggarai Barat

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA