Perang Timur Tengah Berdampak Buruk Terhadap Pariwisata Manggarai Barat - FloresPos Net

Perang Timur Tengah Berdampak Buruk Terhadap Pariwisata Manggarai Barat

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Perang Timur Tengah (Timteng) antara Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran berdampak buruk terhadap sektor pariwisata Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT. Jumlah kunjungan wisatawan turun tajam.

Diketahui, konflik Timteng pecah 28 Pebruari 2026. Dan hingga berita ini ditulis, perang gabungan AS dan Israel versus Iran, konon kabarnya masih berlangsung.

“Perang Timur Tengah sangat berdampak untuk pariwisata kita (Mabar). Karena jumlah kunjungan wisatawan turun sekali,” ujar Stefanus Jemsifori, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mabar kepada Florespos.net, di Labuan Bajo, Rabu (25/3/2026).

Menurut dia, penurunan kunjungan dimaksud yakni wisatawan mancanegara, khususnya Eropa. Turun sekali jumlahnya, karena dari Eropa mereka (turis) biasanya transit di Dubai-Uni Emirat Arab (UEA). Sementara Dubai terdampak perang Timur Tengah. Ini sangat terganggu.

Baca Juga :  Pedagang Demo, Tolak Indomaret di Kompleks Pasar Inpres Larantuka

“Dari Amerika Latin juga.  Pokoknya semua yang dari luar benua Asia transitnya di Dubai. Terganggu,” katanya.

Ada pun wisatawan Eropa yang sekarang berkunjung ke Labuan Bajo, terang Jemsifori, mereka itu yang posisinya sedang berada di Asia selama kejadian perang Timteng. Selama itu mereka sudah posisi di Asia. Mereka terbang dari Singapura, dari Malaysia.

“Sebelum perang memang mereka sudah ada di Asia. Mereka juga susah untuk pulang. Berdampak. Itu yang saya dapat dari beberapa wisatawan,” ujar Jemsifori.

Dampak perang Timteng untuk Mabar khususnya, lanjut Jemsifori, besar sekali. Dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) ada penurunan walau tidak terlalu besar.

Baca Juga :  Usia Kabupaten Bertambah, Masyarakat Manggarai Barat Diharapkan Semakin Sejahtera

Apalagi pada Januari 2026, Taman Nasional Komodo (TNK) hampir sebulan penuh ditutup karena cuaca ekstrem. Pada bulan Februari 2026 sempat normal di minggu-minggu pertama. Tetapi seminggu kemudian sempat ditutup lagi. Sekarang (Maret) baru normal kembali.

“Memang (perang Timteng) berdampak sekali, baik tingkat kunjungan maupun PAD,” kata Jemsifori yang eks Sekretaris  DPRD (Sekwan) Mabar tersebut.

Diharapkan perang Timur Tengah segera pulih, cepat berakhir. Semua orang pasti berharap yang sama, perang Timteng cepat berakhir.

“Tujuan wisata ini bukan hanya Manggarai Barat. Kalau mereka (turis) ke Asia sudah punya skadule, satu kesatuan. Singapura, Labuan Bajo, Bali dan lain-lain,” kata Jemsifori. *

Berita Terkait

Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit
Ordo Karmel Distribusikan 3,7 Ton Beras ke Lokasi Terdampak Gempa Flores di Reok Barat dan Reok
Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil
Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan
Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara
5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo
Songsong 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida), Komunitas Panti Dymphna Gelar Berbagai Kegiatan
Dirjen Dukcapil RI Gandeng Dukcapil Nagekeo, Layani Penggantian Dokumen Kependudukan Gratis untuk Korban Gempa
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:26 WITA

Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:47 WITA

Ordo Karmel Distribusikan 3,7 Ton Beras ke Lokasi Terdampak Gempa Flores di Reok Barat dan Reok

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:19 WITA

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WITA

Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:01 WITA

5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo

Berita Terbaru

Opini

Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:46 WITA