LARANTUKA, FLORESPOS.net-Sejumlah pedagang Pasar Inpres Larantuka melakukan aksi demo di Kantor Bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (4/8/2025). Para pedagang ini dengan tegas menolak pembangunan Indomart di dalam kompleks dan kawasan pasar itu.
Pantauan Florespos.net, para pedagang memakai ikat kepala bertuliskan “Tolak Indomaret”. Mereka mulai aksi dari Pasar Inpres Larantuka, lalu bergerak menggunakan mobil pick up sambil berorasi menuju Kantor Bupati Flores Timur.
Aloysius E. Da Santo, Koordinator Umum Aksi dalam orasinya mengatakan, para pedagang dengan tegas menolak pembangunan Indomaret di kompleks Pasar Inpres Larantuka. Dia beralasan, tidak ada sosialisasi dari pemerintah daerah terkait dengan rencana pembangunan Indomaret.
Selain itu, kata Aloysius, pembangunan Indomaret dalam kompleks pasar juga melanggar UU No 20 Tahun 2008 tentang perlindungan Usaha Mikro Menengah dan Kecil tentang mengutamakan perlindungan, memelihara lingkungan hidup.
“Kehadiran Indomaret di kompleks Pasar Inpres Larantuka tentu akan mematikan ekonomi mikro menengah dan kecil. Kondisi Pasar Inpres Larantuka saat ini sangat lesu. Karena itu, kami tegas menolak kehadiran Indomaret di kompleks Pasar Inpres Larantuka,” tegas dia.
Aloysius mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi tujuh unit Alfamart di Kota Larantuka dan Kecamatan Ile Mandiri. “Apakah pemerintah sudah membuat evaluasi sehingga perlu penambahan mini market (Indomaret) baru kurang lebih 6 lagi?,” tanya dia.
Menurut Aloysius, Alfamart yang sementara berjalan sekitar 7 unit tersebut sudah berdampak sangat besar terhadap daya beli masyarakat di Pasar Inpres Larantuka.
“Daya beli masyarakat di Pasar Inpres Larantuka menurun drastis. Tanggal 1-10 (dalam bulan) pukul 09-12 (siang) turun sekitar 60 persen. Tanggal 11-30 (dalam bulan) turun sekitar 70 persen di jam yang sama,” katanya.
Setelah melakukan orasi di Kantor Bupati, pada pedagang tersebut diterima dan beraudiensi dengan Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran.
Wakil Bupati Ignas Uran mengatakan, Pemda selalu dan tentu memberikan ruang kepada siapa saja yang berinvestasi. Dan kebijakan dan keputusan itu tentu ada dampak positif dan negatif.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 Selanjutnya










