Rehabilitasi Terumbu Karang Teluk Maumere, Ararat Coral Gardener Lakukan Penanaman 1.200 Fragmen Karang - FloresPos Net

Rehabilitasi Terumbu Karang Teluk Maumere, Ararat Coral Gardener Lakukan Penanaman 1.200 Fragmen Karang

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Ada yang berbeda Sabtu (2/5/2026) di Jalan Nairoa, Kilometer 16, Wairita, Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tepat di momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 sebanyak 70 orang berkumpul di pesisir pantai tepatnya di Budi Sun Resort untuk melakukan kegiatan penanaman terumbu karang.

Kegiatan ini diinisiasi Yayasan Ararat Coral Gardener dalam rangka rehabilitasi terumbu karang Teluk Maumere Program dengan jumlah sebanyak media tanam 100 media spider yang diikat sebanyak 1.200 fragmen karang.

Kegiatan ini melibatkan BKSDA NTT Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere, Polairud Polres Sikka Polda NTT, Pos Penyuluh Perikanan, Kelompok Nelayan Wairotang, Mapala Universitas Nusa Nipa Maumere (Unipala), Mapala Muhammadiyah Maumere (Mamupa) serta para relawan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga dan memulihkan ekosistem laut, khususnya terumbu karang yang memiliki peran penting sebagai habitat biota laut serta penopang kehidupan masyarakat pesisir,” sebut Ketua Yayasan Ararat Coral Gardener, Adriano Leba, Sabtu (2/5/2026).

Tino sapaan karibnya menyebutkan, dengan kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Dirinya menegaskan, program Teluk Maumere merupakan komitmen jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan sumber daya laut di wilayah Kabupaten Sikka.

Ia mengatakan, sinergi lintas sektor yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian laut sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang,” sebutnya.

Empat Tahun Lakukan Rehabilitasi

Sebelum dilakukan kegiatan penanaman terumbu karang, dilakukan briefing terkait kegiatan yang akan dilaksanakan dan penjelasan mengenai proses kerja dalam melakukan penanaman terumbu karang.

Ararat Coral Gardener Lakukan Penanaman 1.200 Fragmen Karang

Bibit-bibit karang yang akan diikat pada media spiderweb berupa besi diambil dari lokasi pembibitan karang di perairan Kelurahan Wairotang, Maumere.

Lokasi ini merupakan lokasi pusat pembibitan karang yang melibatkan kelompok nelayan Wairotang dalam kegiatan penanaman dan perawatannya.

Bibit-bibit karang yang diambil pun harus yang sehat. Bibit karang dipotong berukuran kecil untuk diikat di media tanam spiderweb.

Baca Juga :  75 Sekolah Siap Bertanding Dalam Lomba Cerdas Cermat Peringati HUT Partai Golkar di Maumere

Penanaman di Pantai Wairita ini menggunakan media tanam 100 media spiderweb dengan 1 media spiderweb terdiri dari 12 bibit karang. Total semuanya 1.200 bibit karang dengan area yang direhabilitasi sekitar 100 meter persegi.

“Kegiatan ini tahun kedua karena kegiatan sebelumnya, di tahun 2025 kita melakukan kegiatan yang sama dengan menanam 1.200 bibit karang pada 100 media di lokasi ini,” ungkap Tino.

Tino menjelaskan, Yayasan Ararat Koral Gardener berfokus pada rehabilitasi terumbu karang yang sudah dilakukan sejak tahun 2022 dan 2023 di Kabupaten Sikka. Tahun 2024 kegiatan dilakukan di Kabupaten Flores Timur dan tahun 2025 dan 2026 kembali dilakukan di Kabupaten Sikka.

Untuk di Kabupaten Sikka sendiri, penanaman tahun 2022 dengan bibit karang sepanjang 15 sentimeter hasil penanaman pada tahun 2022 pertumbuhannya sudah mencapai sekitar 30 sampai 40 sentimeter.

Sedangkan di lokasi di depan Resort Budi Sun Wairita yang ditanam tepat setahun lalu sekarang pertumbuhannya sudah mencapai 25 sampai 30 sentimetr dari bibit awal yang ditanam berukuran 10 sampai 15 sentimeter.

“Kita menggunakan jenis karang Acropora branching yang kita bibit pada pembibitan kita sebelumnya di Wairotang. Acropora branching itu pertumbuhannya lebih cepat selama yang kita amati dari tahun 2022,” ungkapnya.

Tino menjelaskan, untuk melakukan penanaman pihaknya memperhatikan pemilihan bibit yang bagus dan juga faktor kondisi lokasi yang akan dilakukan penanaman untuk rehabilitasi.

Menurutnya harus diperhatikan kedalaman lautnya, suhu perairannya, dan juga sedimennya di lokasi tersebut agar karang yang ditanam bisa tumbuh dengan baik.

Tantangan dan Harapan

Dalam melakukan penanaman atau rehabilitasi terumbu karang, Yaysan Ararat Coral Gardener mengalami berbagai kendala dan tantangan namun semuanya bisa dihadapi berkat kerja keras dan ketabahan.

Ketua Yayasan Ararat Coral Gardener, Adriano Leba

Meski melakukan kegiatan dengan dana swadaya sendiri dan kerjasama bersama pihak-pihak yang peduli Yayasan Ararat Coral Gardener tetap setia melakukan rehabilitasi terumbu karang di Teluk Maumere.

“Tantangannya sendiri kalau kita di sini, itu dari cuaca, apabila kita menanam pada saat cuaca yang kurang baik, itu pasti kita harus menyesuaikannya pada saat kegiatan penanaman,” ucap Tino.

Baca Juga :  PPMAN Audience dengan Wamen HAM RI Bahas Konflik Agraria Nangahale

Tino mengakui, tantangan lainnya yakni edukasi harus sering dilakukan kepada masyarakat terkait terutama nelayan agar saat menangkap ikan di laut jangan merusak terumbu karang.

Dirinya mengharapkan kepada semua masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan khususnya menjaga kebersihan lingkungan di darat dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Sampah yang dibuang pada akhirnya nanti akan dibawa air menuju laut. Sampah akan mencemari laut, mengganggu pertumbuhan karang dan menyebabkan kematian bagi biota laut karena memakan sampah,” ungkapnya.

Tino juga menghimbau kepada para nelayan agar menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan jangan menangkap ikan menggunakan racun dan bahan peledak.

Juga buat pelaku wisata yang membawa tamu untuk snorkling maupun diving agar jangan merusak terumbu karang termasuk membuang jangkar pada saat kapal berhenti.

“Kita menyiapkan mooring buoy tempat tambat kapal untuk mereka mengikat tali di lokasi penyelaman agar kapal tidak membuang jangkar dan merusak terumbu karang,” terangnya.

Ikut Melestarikan Lingkungan

Yulianus Patrik Nago Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Muhammadiyah Maumere (Mamupa) menyebutkan,terdapat 12 mahasiswa pencinta alam dari Universitas Muhammadiyah Maumere yang terlibat dalam kegiatan penanaman terumbu karang ini.

Selain itu kata Yulianus, terlibat juga 6 orang mahasiswa dari organisasi mahasiswa pencinta alam Universitas Nusa Nipa Maumere (Unipala) dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini adalah kegiatan pelestarian lingkungan sehingga kami dari mahasiswa pencinta alam merasa terpanggil untuk ikut melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Yulianus mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Yayasan Ararat Coral Gardener dan mengajak para mahasiswa pencinta alam untuk bersama-sama terlibat dalam kegiatan penanaman terumbu karang di Teluk Maumere.

Hal senada disampaikan perwakilan pihak BKSDA NTT dalam hal ini Seksi Koservasi Wilayah IV Maumere dan Kasat Polairud Polres Sikka Iptu Muhammadong.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari memulihkan ekosistem terumbu karang dan melakukan edukasi kepada masyarakat agar menjaga dan tidak merusak ekosistem laut,” ungkap Muhammadong.

Kegiatan ini melibatkan sebuah speed boat milik Polairud Polres Sikka Polda NTT bersama para personilnya dan 2 perahu nelayan milik kelompok nelayan Kelurahan Wairotang, Maumere.

Penanaman dilakukan di kedalaman sekitar 8 sampai 10 meter di sebelah timur Budi Sun Resort Wairita di lokasi yang telah disurvey layak untuk dilakukan rehabilitasi dengan melibatkan para penyelam. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar
Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar
Menengok Lokasi Peternakan Sapi di Flores Timur–Buka Jalan Baru, HMT, Belum Ada Sapi dan Keluh Pekerja
Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat
Masyarakat Ngada Dihimbau Ikuti Aturan Lalu Lintas
Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar
Terima Masa Aksi, Bupati Ende Terlibat Debat Panas dengan Mahasiswa
Bupati Endi: Kembalikan Manggarai Barat Sebagai Lumbung Pangan NTT
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:48 WITA

Ini Harapan Kepala Suku Tiwe ke Pemerintah Setelah Hibahkan Tanah 7 Hektar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:25 WITA

Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:43 WITA

Menengok Lokasi Peternakan Sapi di Flores Timur–Buka Jalan Baru, HMT, Belum Ada Sapi dan Keluh Pekerja

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:37 WITA

Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:20 WITA

Petugas Rutan Bajawa Ikrar Komitmen Zero Halinar

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:26 WITA