Pemda Sikka Diminta Mengoptimalkan Aset yang Dimiliki untuk Meningkatkan PAD - FloresPos Net

Pemda Sikka Diminta Mengoptimalkan Aset yang Dimiliki untuk Meningkatkan PAD

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan terkait efisiensi anggaran sejak tahun 2025 yang tercantum dalam Inpres (Instruksi Presiden) Nomor 1 terkait Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.

Dalam Inpres tersebut, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemerintah pusat dan daerah melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp306,7 triliun.

Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pada tahun 2025 berupa pemangkasan anggaran belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp256,1 triliun serta pemangkasan transfer anggaran ke daerah senilai Rp50,59 Triliun.

Tahun 2026, efisiensi anggaran kembali diterapkan sehingga memaksa pemerintah daerah melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)guna membiayai berbagai program kegiatan pemerintah daerah.

Aris Halilintar seorang anak muda di Sikka yang sedang menyelesaikan studi hukum menilai adanya efisiensi anggaran membuat pemerintah Kabupaten Sikka tampak sangat bersemangat mendorong masyarakat untuk taat pajak.

“Kendaraan wajib membayar pajak, usaha kecil seperti kos-kosan mulai didata dan dikenakan pajak, bahkan berbagai kebijakan baru disiapkan demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya Jumat (13/3/2026).

Baca Juga :  Kantor Pertanahan Sikka Lakukan Verifikasi Tanah Obyek Lelang BRI Maumere

Aris mengatakan, di atas kertas, langkah ini terlihat sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Namun kata dia, ada pertanyaan yang sulit diabaikan, sejauh mana pemerintah daerah telah mengoptimalkan aset yang mereka miliki sendiri?.

Ia menyayangkan di sejumlah titik, tanah milik pemerintah daerah justru terlihat terbengkalai, dibiarkan tanpa perencanaan pemanfaatan yang jelas.

“Padahal aset-aset itu memiliki nilai ekonomi yang tidak kecil jika dikelola secara serius dan profesional,” ucapnya

Aris menyebutkan. bayangkan jika sebagian tanah pemerintah daerah dikembangkan menjadi kawasan rumah sewa, kos-kosan, atau perumahan sederhana bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain membantu warga yang masih menyewa atau tidak memiliki tanah, langkah tersebut juga berpotensi menjadi sumber PAD baru yang berkelanjutan.

Selain itu sambungnya, lahan tidur juga bisa dimanfaatkan untuk ditanami hortikultura bahkan dijadikan lahan peternakan seperti ayam sehingga bisa mendatangkan pemasukan.

Baca Juga :  Waspada Jadi Korban  Penjualan Organ Tubuh, Imigrasi Labuan Bajo Ingatkan Penipuan  Iklan Loker di Medsos

Sayangnya, kata dia, peluang ini seperti dibiarkan lewat begitu saja oleh pemerintah Kabupaten Sikka sehingga disinilah kritik publik menemukan momentumnya.

“Pemerintah tidak bisa hanya tampil tegas menagih kewajiban pajak dari masyarakat, tetapi di saat yang sama tampak abai terhadap potensi aset yang berada di bawah kendalinya,” tegasnya.

Aris mengakui pajak memang penting, tetapi pengelolaan aset daerah yang produktif adalah bentuk tanggung jawab yang tak kalah mendasar.

Karena itu, menurutnya, sebelum semakin jauh menekan masyarakat untuk disiplin membayar pajak, pemerintah daerah perlu lebih dulu membuktikan keseriusannya dalam mengelola aset publik secara transparan, produktif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Jika tidak, kata dia dorongan peningkatan PAD berisiko dipandang publik bukan sebagai upaya pembangunan bersama, melainkan sekadar beban tambahan bagi warga,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Berita Terbaru