“Sebagai akademisi yang juga alumnus SANPIO, saya melihat buku ini sebagai jembatan antara warisan masa lalu dan aspirasi masa depan. Dengan tebal 770 halaman dan dukungan Penerbit Obor, karya ini diharapkan menjadi referensi penting dalam studi pendidikan seminari di Indonesia,” kata Dr, Mantovanny.
Menurutnya, acara bedah buku ini bukan titik akhir, melainkan awal dari implementasi gagasan-gagasan transformatif yang telah kami rumuskan.
“Saya berharap diskusi yang akan berlangsung, baik secara fisik di Aula SANPIO maupun virtual melalui Zoom, akan menghasilkan komitmen bersama untuk merealisasikan visi pendidikan seminari yang relevan, adaptif, dan transformatif menuju yubileum 100 tahun SANPIO,” katanya.
Tonggak Pendidikan di Seminari
Sementara Rektor UNIKA St. Paulus Ruteng RD. Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol., menyambut antusias penyelenggaraan Seminar Nasional Bedah Buku “SANPIO Goes Synodal: Revolusi Pendidikan Melalui Spiritualitas Ekaristi Transformatif” itu.
Sebagai salah satu dari lima pembedah buku sekaligus alumnus dan mantan formator SANPIO, Dr. Habur menilai karya monumental ini sebagai pencapaian luar biasa dalam dunia pendidikan seminari di Indonesia.
“Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan akademis, melainkan refleksi mendalam atas 70 tahun perjalanan SANPIO dalam membentuk generasi pemimpin gereja dan masyarakat,” ujar RD. Manfred.
Menurutnya, konsep “5S” yang menjadi kerangka buku – Sanctitas, Scientia, Sanitas, Sapientia, dan Solidaritas – merepresentasikan pendekatan holistik yang sangat relevan dengan tantangan zaman kontemporer.
Sebagai akademisi yang pernah merasakan langsung atmosfer pendidikan di SANPIO, RD. Manfred mengapresiasi keberanian pimpinan seminari dalam menghadirkan perspektif transformatif melalui spiritualitas sinodal.
“Pendidikan seminari tidak boleh terjebak dalam pola konservatif yang kaku. Buku ini menunjukkan bagaimana SANPIO berani berinovasi sambil tetap mempertahankan nilai-nilai fundamental,” jelasnya.
Yang paling menarik perhatian RD. Manfred adalah program hidden curriculum yang akan mengintegrasikan 38 artikel dalam buku ini ke dalam seminar akademik bulanan siswa seminari selama tiga tahun.
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










