Dr. Gobang juga memuji inovasi SANPIO dalam mengintegrasikan buku ini ke dalam hidden curriculum melalui seminar akademik bulanan selama tiga tahun.
“Ini strategi brilian yang memastikan gagasan-gagasan dalam buku tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terinternalisasi dan dipraktikkan oleh generasi muda seminari,” katanya.
Dalam pandangan Dr. Gobang, bedah buku ini memiliki signifikansi yang melampaui perayaan yubileum 70 tahun SANPIO.
“Ini adalah langkah konkret menuju transformasi pendidikan seminari yang lebih kontekstual, relevan, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. SANPIO telah menunjukkan kepemimpinan visioner dalam merancang masa depan pendidikan seminari di Indonesia,” tegasnya.
Dr. Gobang mengundang seluruh stakeholder pendidikan, khususnya para akademisi dan praktisi komunikasi, untuk turut menghadiri acara bedah buku baik secara langsung maupun virtual.
“Diskusi mendalam dengan lima pembedah buku yang kompeten akan memberikan perspektif multidimensional tentang masa depan pendidikan seminari. Ini kesempatan berharga untuk berkontribusi dalam dialog konstruktif tentang transformasi pendidikan rohaniawan di Indonesia,” pungkasnya.
Bagi Dr. Gobang, keberhasilan acara ini akan menjadi katalisator bagi institusi pendidikan seminari lainnya untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam menghadapi tantangan masa depan.*
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










