Maknai Yubileum 70 Tahun, Seminari Pius XII Kisol Gelar Bedah Buku “SANPIO Goes Synodal” - FloresPos Net - Page 2

Maknai Yubileum 70 Tahun, Seminari Pius XII Kisol Gelar Bedah Buku “SANPIO Goes Synodal”

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 15:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menurut Romo Ferry Warman, tantangan pendidikan seminari saat ini semakin kompleks. Era digital telah mengubah cara generasi muda berpikir, berkomunikasi, dan berinteraksi.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan konvensional semata. Spiritualitas ekaristi yang transformatif harus mampu berdialog dengan realitas digital, tanpa kehilangan esensi kekudusannya,” jelasnya.

Konsep “5S” yang menjadi fondasi buku Sanctitas, Scientia, Sanitas, Sapientia, dan Solidaritas menurutnya merupakan jawaban atas kebutuhan pembentukan holistik.

“Sanctitas tetap menjadi fondasi utama. Tanpa kekudusan, semua pencapaian akademis menjadi hampa. Namun kekudusan itu harus diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan (Scientia), kebijaksanaan (Sapientia), kesehatan fisik-mental (Sanitas), dan solidaritas kemanusiaan,” kata Praeses.

Baca Juga :  Tidak Semua Hortikultura di Labuan Bajo Dipasok dari Manggarai

Romo Praeses mengapresiasi kontribusi 44 penulis yang telah menuangkan gagasan dalam 38 manuskrip.

“Keberagaman perspektif ini menunjukkan bahwa SANPIO tidak berjalan sendiri, tetapi bersama dengan para akademisi, praktisi, dan pemikir dari berbagai latar belakang,” katanya.

Program hidden curriculum yang akan mengintegrasikan setiap artikel dalam buku ini ke dalam seminar akademik bulanan siswa SMA seminari selama tiga tahun ke depan, menurut Romo Warman, merupakan inovasi pedagogis yang revolusioner.

Baca Juga :  Hadiri L-20 di India, Delegasi Indonesia Tekankan Perlindungan Bagi Pekerja Migran

“Kami tidak ingin buku ini menjadi pajangan di perpustakaan. Setiap bulan, siswa akan mendiskusikan satu artikel, sehingga dalam tiga tahun mereka akan menguasai seluruh konsep transformasi pendidikan ini,” ungkapnya.

Berbicara tentang visi 30 tahun ke depan menuju yubileum 100 tahun SANPIO, Romo Praeses menekankan pentingnya adaptabilitas tanpa kehilangan identitas.

“Dunia akan terus berubah, teknologi akan semakin canggih, tetapi nilai-nilai fundamental yang kita pegang kasih, kebenaran, keadilan harus tetap menjadi kompas,” tegasnya.

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit
Ordo Karmel Distribusikan 3,7 Ton Beras ke Lokasi Terdampak Gempa Flores di Reok Barat dan Reok
Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil
Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan
Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara
5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo
Songsong 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida), Komunitas Panti Dymphna Gelar Berbagai Kegiatan
Dirjen Dukcapil RI Gandeng Dukcapil Nagekeo, Layani Penggantian Dokumen Kependudukan Gratis untuk Korban Gempa
Berita ini 765 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:26 WITA

Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:47 WITA

Ordo Karmel Distribusikan 3,7 Ton Beras ke Lokasi Terdampak Gempa Flores di Reok Barat dan Reok

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:19 WITA

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WITA

Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:01 WITA

5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo

Berita Terbaru

Opini

Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:46 WITA