Maknai Yubileum 70 Tahun, Seminari Pius XII Kisol Gelar Bedah Buku “SANPIO Goes Synodal” - FloresPos Net - Page 5

Maknai Yubileum 70 Tahun, Seminari Pius XII Kisol Gelar Bedah Buku “SANPIO Goes Synodal”

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 15:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Ini adalah terobosan brilian. Buku tidak akan menjadi pajangan, melainkan hidup dalam diskusi dan refleksi siswa. Inilah yang saya sebut sebagai ‘living document’,” katanya dengan antusias.

Dari perspektif akademis, Dr. Habur menilai kolaborasi 44 penulis dalam menghasilkan karya setebal 770 halaman ini mencerminkan kekayaan intelektual yang luar biasa.

“Sebagai Rektor UNIKA St. Paulus Ruteng, saya melihat ini sebagai model ideal kolaborasi akademik. Keragaman latar belakang penulis-dari para uskup, pastor, akademisi, hingga praktisi – menghasilkan perspektif yang komprehensif dan kontekstual.”

Sebagai mantan formator, RD. Manfred memahami betul tantangan pembentukan karakter dan intelektualitas calon imam.

Baca Juga :  Syukur Kepadamu Bapa

“Konsep Sanctitas sebagai fondasi utama sangat tepat. Tanpa spiritualitas yang mendalam, semua pencapaian akademis akan kehilangan makna. Namun, buku ini juga menekankan pentingnya Scientia dan Sapientia untuk melahirkan pemimpin yang tidak hanya saleh, tetapi juga cerdas dan bijaksana.”

Dr. Habur juga mengapresiasi penekanan pada Sanitas dan Solidaritas.

“Di era yang semakin individualistis dan penuh tekanan, kesehatan mental dan fisik calon imam menjadi concern utama. Sementara solidaritas mengajarkan mereka untuk tidak hidup dalam menara gading, melainkan terlibat aktif dalam persoalan kemanusiaan global.”

Dalam kapasitasnya sebagai pembedah buku, RD. Manfred berkomitmen untuk memberikan analisis kritis yang konstruktif.

Baca Juga :  Raport 'Merah' Pendidikan Manggarai Timur

“Saya akan fokus pada aspek formasi berkelanjutan dan relevansinya dengan tuntutan zaman. SANPIO telah menunjukkan visi 30 tahun ke depan yang sangat strategis, dan ini patut diapresiasi sekaligus dikritisi untuk penyempurnaan.”

Acara bedah buku ini dinilai RD. Manfred. sebagai momentum penting dalam membangun jejaring akademik dan pastoral yang lebih kuat antara UNIKA St. Paulus Ruteng dan SANPIO.

Pentingnya Dimensi “Sanitas”

Sementara Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M.Kes., Rektor Universitas Citra Bangsa Kupang dan pakar kesehatan masyarakat terkemuka, menyambut antusias peluncuran buku “SANPIO Goes Synodal: Revolusi Pendidikan Melalui Spiritualitas Ekaristi Transformatif.”

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar
Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan
Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel
Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital
Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
Berita ini 791 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:57 WITA

Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:49 WITA

Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:46 WITA

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA