Pemda Ngada Kembali Gelar Festival Wolobobo 2025 - FloresPos Net

Pemda Ngada Kembali Gelar Festival Wolobobo 2025

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 21:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Wakil Bupati Ngada,Bernadinus Dhey Ngebu didampingi Penjabat Sekda Ngada Johanes C.Watu Ngebu, Asisten II Setda Ngada Nicolaus Noywuli, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada Oktavianus Botha Djawa, Selasa (5/8/2025) menggelar Konferensi Pers di ruang kerja Wakil Bupati Ngada.

Konferensi Pers tersebut berkaitan dengan akan digelarnya Festival Wolobobo 2025.

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menjelaskan bahwa hidup di tanah Ngada adalah hidup dalam keajaiban.

Kesejukan pegunungan berkabut bersama wangi kopi Arabika Bajawa, pun rindang hutan bambu yang meneduhkan kampung-kampung megalit nan lestari, adalah secuil citra yang membingkai daerah di tengah Pulau Flores ini.

“Citra itu pula yang ingin diperkenalkan ke dunia luas melalui penyelenggaran Wolobobo Ngada Festival,” katanya.

Wakil Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pariwisata menggelar Festival Wolobobo tahun 2025 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 7-9 Agustus 2025.

Dijelaskannya kegiatan utama akan dipusatkan di Art Center Bajawa, serta melibatkan lokasi-lokasi penting lainnya seperti Desa Wogo dan Kampus Bambu Turetogo.

Baca Juga :  Kasus Gigitan HPR di Sikka Meningkat, Camat Alok Timur Minta Warga Berkolaborasi Atasi Rabies

Wolobobo Ngada Festival (WNF) 2025 mengusung tema “Rayakan Puspa Ragam Tanah Ngada” dengan potensi lokal yang diangkat yakni Kopi, Tenun dan Bambu”.

Festival ini menampilkan kekayaan alam dan budaya Ngada yang telah lama menjadi identitas daerah dan menempatkan nama Ngada dalam peta agro maupun heritage nasional-internasional.

Kopi Arabika Bajawa telah diakui sebagai salah satu kopi berkualitas terbaik, demikian pun bambu yang tumbuh subur di setiap pekarangan kampung dan ladang warga.

Tenun Ngada yang khas dan berkarakter kuat ini, kian meroket dengan kesadaran untuk kembali kepada pewarnaan alam Indigofera.

Ditambahkannya tiga elemen ini menjadi kekuatan yang diusung dalam Wolobobo Ngada Festival. Festival Wolobobo bukan sekadar ajang pertunjukan tahunan, tetapi
momentum strategis untuk membangun pariwisata berbasis budaya yang berakar kuat pada masyarakat.

Festival ini melibatkan berbagai sektor, UMKM, pelajar, seniman dan komunitas budaya.

Melalui Festival Wolobobo 2025,  Pemerintah Kabupaten Ngada menegaskan komitmennya dalam membangun pariwisata berbasis budaya yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Paket Helow dan Rama Siap Dukung Paket AP-MJ 

Keterlibatan aktif seluruh elemen
masyarakat diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan festival ini, sekaligus menjadikannya ruang bersama untuk merayakan identitas, kreativitas, dan potensi lokal Ngada.

Penjabat Sekda Ngada Johanes C.Watu Ngebu juga selaku penanggung jawab kegiatan tersebut menambahkan bahwa kegiatan tahunan tersebut diharapkan dapat menjadi ajang mempromosikan pariwisata yang berbasis budaya yang kemudian mengangkat potensi lokal Ngada.

Diharapkannya pula bahwa kegiatan ini dapat melibatkan komponen masyarakat, pelajar, UMKM dan komponen lainnya.

Ada kegiatan pada Festival Wolobobo 2025, yaitu peresmian Art Center, penerimaan Asisten Deputi dari Kementerian Pariwisata RI, pagelaran atraksi masyarakat, kegiatan di Yayasan Bambu Lestari dan peresmian Desa Wogo sebagai Desa Ekowisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, Oktavianus Botha Djawa pada kesempatan tersebut mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati yang konsisten memberikan dukungan terhadap Festival Wolobobo yang sudah berlangsung 6 tahun tersebut.

Kata dia, Festival Wolobobo masuk dalam Kharisma Event Nusantara oleh Kementerian Pariwisata RI. *

Penulis : Wim de Rosari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PWMB Ziarah ke Pusara John Lewar, Wartawan Senior Manggarai Barat
Warga Kabupaten Sikka Hasilkan 48 Ton Sampah Setiap Hari,40 Persennya Merupakan Sisa Makanan
Bupati Sikka Berharap Pers Selalu Bicara Jujur, faktual dan Obyektif
Hari Pers Nasional, Bupati Sikka Undang Wartawan Bahas Penanganan Kebersihan di Kota Maumere
Trash Hero Larantuka Gelar Aksi Bersih Pantai ke-151: Edukasi Masyarakat dan Orang Muda Kurangi Sampah Plastik
Bupati Sikka Terima 56 Peserta Tur Wisata Literasi dari Dari Mi Al Muhajirin Perumnas Maumere
HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga
Kuasa Hukum Eltras Akan Somasi 12 Pekerja Agar Segera Lunasi Cash Bon
Berita ini 211 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:56 WITA

PWMB Ziarah ke Pusara John Lewar, Wartawan Senior Manggarai Barat

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:38 WITA

Warga Kabupaten Sikka Hasilkan 48 Ton Sampah Setiap Hari,40 Persennya Merupakan Sisa Makanan

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:34 WITA

Bupati Sikka Berharap Pers Selalu Bicara Jujur, faktual dan Obyektif

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:28 WITA

Hari Pers Nasional, Bupati Sikka Undang Wartawan Bahas Penanganan Kebersihan di Kota Maumere

Senin, 9 Februari 2026 - 16:54 WITA

Trash Hero Larantuka Gelar Aksi Bersih Pantai ke-151: Edukasi Masyarakat dan Orang Muda Kurangi Sampah Plastik

Berita Terbaru

PWMB berdoa di pusara mendiang Yohanes

Nusa Bunga

PWMB Ziarah ke Pusara John Lewar, Wartawan Senior Manggarai Barat

Selasa, 10 Feb 2026 - 15:56 WITA