BAJAWA, FLORESPOS.net-Wakil Bupati Ngada,Bernadinus Dhey Ngebu didampingi Penjabat Sekda Ngada Johanes C.Watu Ngebu, Asisten II Setda Ngada Nicolaus Noywuli, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada Oktavianus Botha Djawa, Selasa (5/8/2025) menggelar Konferensi Pers di ruang kerja Wakil Bupati Ngada.
Konferensi Pers tersebut berkaitan dengan akan digelarnya Festival Wolobobo 2025.
Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menjelaskan bahwa hidup di tanah Ngada adalah hidup dalam keajaiban.
Kesejukan pegunungan berkabut bersama wangi kopi Arabika Bajawa, pun rindang hutan bambu yang meneduhkan kampung-kampung megalit nan lestari, adalah secuil citra yang membingkai daerah di tengah Pulau Flores ini.
“Citra itu pula yang ingin diperkenalkan ke dunia luas melalui penyelenggaran Wolobobo Ngada Festival,” katanya.
Wakil Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pariwisata menggelar Festival Wolobobo tahun 2025 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 7-9 Agustus 2025.
Dijelaskannya kegiatan utama akan dipusatkan di Art Center Bajawa, serta melibatkan lokasi-lokasi penting lainnya seperti Desa Wogo dan Kampus Bambu Turetogo.
Wolobobo Ngada Festival (WNF) 2025 mengusung tema “Rayakan Puspa Ragam Tanah Ngada” dengan potensi lokal yang diangkat yakni Kopi, Tenun dan Bambu”.
Festival ini menampilkan kekayaan alam dan budaya Ngada yang telah lama menjadi identitas daerah dan menempatkan nama Ngada dalam peta agro maupun heritage nasional-internasional.
Kopi Arabika Bajawa telah diakui sebagai salah satu kopi berkualitas terbaik, demikian pun bambu yang tumbuh subur di setiap pekarangan kampung dan ladang warga.
Tenun Ngada yang khas dan berkarakter kuat ini, kian meroket dengan kesadaran untuk kembali kepada pewarnaan alam Indigofera.
Ditambahkannya tiga elemen ini menjadi kekuatan yang diusung dalam Wolobobo Ngada Festival. Festival Wolobobo bukan sekadar ajang pertunjukan tahunan, tetapi
momentum strategis untuk membangun pariwisata berbasis budaya yang berakar kuat pada masyarakat.
Festival ini melibatkan berbagai sektor, UMKM, pelajar, seniman dan komunitas budaya.
Melalui Festival Wolobobo 2025, Pemerintah Kabupaten Ngada menegaskan komitmennya dalam membangun pariwisata berbasis budaya yang inklusif dan berkelanjutan.
Keterlibatan aktif seluruh elemen
masyarakat diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan festival ini, sekaligus menjadikannya ruang bersama untuk merayakan identitas, kreativitas, dan potensi lokal Ngada.
Penjabat Sekda Ngada Johanes C.Watu Ngebu juga selaku penanggung jawab kegiatan tersebut menambahkan bahwa kegiatan tahunan tersebut diharapkan dapat menjadi ajang mempromosikan pariwisata yang berbasis budaya yang kemudian mengangkat potensi lokal Ngada.
Diharapkannya pula bahwa kegiatan ini dapat melibatkan komponen masyarakat, pelajar, UMKM dan komponen lainnya.
Ada kegiatan pada Festival Wolobobo 2025, yaitu peresmian Art Center, penerimaan Asisten Deputi dari Kementerian Pariwisata RI, pagelaran atraksi masyarakat, kegiatan di Yayasan Bambu Lestari dan peresmian Desa Wogo sebagai Desa Ekowisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, Oktavianus Botha Djawa pada kesempatan tersebut mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati yang konsisten memberikan dukungan terhadap Festival Wolobobo yang sudah berlangsung 6 tahun tersebut.
Kata dia, Festival Wolobobo masuk dalam Kharisma Event Nusantara oleh Kementerian Pariwisata RI. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










