Lentera Pancasila di Ujung Timur Nusantara - FloresPos Net

Lentera Pancasila di Ujung Timur Nusantara

- Jurnalis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 10:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus DW Atasoge

DI BAWAH langit Lapangan Sepak Bola Bintang Timur di Lebao Larantuka Flores Timur yang pagi ini berselimut merah putih, putra-putri terbaik Flores Timur yang tergabung dalam Paskibraka kabupaten, penjaga pusaka merah putih dan penutur nilai kebangsaan berdiri tegak laksana tiang harapan bangsa.

Mereka bukan sekadar pengibar bendera, tetapi wajah-wajah muda yang memikul makna, menjelmakan nilai-nilai luhur dalam gerak yang teratur, dalam diam yang penuh makna.

Sejak keterlibatan mereka dalam Kegiatan Pusdiklat Paskibraka tingkat Kabupaten Flores Timur Tahun 2025, mereka telah membuktikan bahwa perjuangan bukan hanya tentang otot yang terlatih, tetapi tentang jiwa yang terasah oleh kesadaran mendalam akan arti menjadi Indonesia.

Bersama mereka, pada 30 Juli, di Rumah Patris Code Keuskupan Larantuka, kami berbincang dalam lingkaran reflektif tentang Pancasila. Bincang kami tentangnya bukan sebagai teks, melainkan sebagai denyut nadi kehidupan.

Di sana, mereka menyimak dengan mata yang bersinar, menyerap dengan hati yang terbuka, dan menjawab dengan tekad yang membara. Sila demi sila mereka hayati: sebagai doa, sebagai pelita, sebagai jalan.

Hari ini, di HUT RI ke-80, mereka tidak hanya mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga mengangkat harapan: bahwa generasi muda Flores Timur mampu menjadi penjaga nilai, penutur makna, dan penulis sejarah yang berakar pada kebijaksanaan lokal dan menjulang ke cakrawala universal. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi menyerap dan mengolah serentak menjadikan nilai-nilai itu sebagai kompas batin dalam menjalani tugas dan panggilan mereka.

Baca Juga :  Solor Fun Run, Eksplor Pariwisata dan Menggerakkan Geliat Ekonomi Masyarakat

Mereka adalah subjek yang memilih untuk bertindak demi kebaikan bersama serentak menghayati sila pertama sebagai panggilan spiritual, sila kedua sebagai empati dalam persaudaraan, sila ketiga sebagai semangat persatuan yang melampaui perbedaan, sila keempat sebagai latihan musyawarah dalam disiplin kolektif, dan sila kelima sebagai cita keadilan yang mereka wujudkan dalam kerja keras dan pengorbanan.

Hari ini, di HUT RI ke-80, ketika Sang Merah Putih berkibar di langit Flores Timur, para anggota paskibraka Kabupaten Flores Timur tidak sekadar menjalankan tugas simbolik. Mereka mengibarkan harapan. Bahwasanya, generasi muda mampu menjadi penjaga nilai, penutur makna, dan pelaku sejarah yang berakar pada kebijaksanaan lokal dan menjulang dalam semangat universal.

Dalam sorot mata dan langkah tegap mereka, kita menyaksikan gema dari cita-cita Soekarno tentang “manusia merdeka yang berpikir dan bertindak untuk kemanusiaan seluruh dunia.”

Mereka bukan sekadar anak bangsa yang mengibarkan Sang Merah Putih, melainkan anak zaman-generasi yang telah terjaga dari tidur sejarah, sadar akan tanggung jawabnya sebagai penjaga nilai, penutur harapan, dan penjelajah masa depan.

Baca Juga :  Pemungutan Suara Ulang Pilgub NTT di Flores Timur, Ini Jumlah DPT Dua TPS Pukentobi Wangibao

Di dada mereka berkibar bukan hanya bendera, tetapi janji bahwa kemerdekaan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih luhur—untuk kemanusiaan, keadilan, dan cahaya peradaban.

Seperti yang diungkapkan oleh filsuf Paul Ricoeur, “To be a subject is to be capable of narrating one’s own story and integrating it into the story of others.” Menjadi subjek bukan sekadar menjadi pelaku dalam panggung kehidupan, melainkan menjadi jiwa yang sanggup menuturkan kisahnya dengan jujur dan utuh.

Lalu, menganyamnya dengan lembut ke dalam kisah orang lain, seperti benang-benang harapan yang saling bersilang dalam tenunan kemanusiaan. Di sanalah makna terdalam dari keberadaan: ketika hidup kita tak hanya bermakna bagi diri sendiri, tetapi menjadi bagian dari narasi yang lebih luas, lebih luhur, dan lebih penuh kasih.

Para paskibraka ini telah mulai menulis kisahnya sendiri. Kisah tentang disiplin, pengorbanan, dan cinta tanah air dan menganyamnya ke dalam narasi kebangsaan yang lebih luas. Mereka adalah benih-benih kebajikan yang tumbuh dari tanah Flores Timur, menyerap cahaya lokalitas dan menyebarkan aroma universalitas.

Dalam gerak mereka, kita melihat bahwa kemerdekaan bukanlah titik akhir, melainkan ruang reflektif untuk terus memilih yang baik, yang adil, dan yang bermakna.*

Penulis, adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

English is Fun: Kolaborasi Hangat Rita English Club dan Cristo Re English Club dalam English Night
Perempuan, Dapur dan Warisan Pangan Lokal (Meneropong Lebih Jauh Festival Pangan Lokal di Kampung Adat Wogo)
LNBM Berkomitmen Terus Nyalakan Lentera Riset dan Pemberdayaan ke  Seantero Indonesia
Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan
Janji Allah dan Keteguhan Hati, Pesan Ramadan dari Mimbar Subuh Nurul Iman Waiwerang
Babak Baru di Ujung Dermaga
Ritel Modern, Meja Kasir dan Kerukan Recehan (Perspektif Manajemen SDM)
Bang Nik: Sosok Dosen, Peneliti, Penulis Buku dan Pernah Menimba Ilmu di Israel
Berita ini 180 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 11:39 WITA

English is Fun: Kolaborasi Hangat Rita English Club dan Cristo Re English Club dalam English Night

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:32 WITA

Perempuan, Dapur dan Warisan Pangan Lokal (Meneropong Lebih Jauh Festival Pangan Lokal di Kampung Adat Wogo)

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:51 WITA

LNBM Berkomitmen Terus Nyalakan Lentera Riset dan Pemberdayaan ke  Seantero Indonesia

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:03 WITA

Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:46 WITA

Janji Allah dan Keteguhan Hati, Pesan Ramadan dari Mimbar Subuh Nurul Iman Waiwerang

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA