Oleh: Walburgus Abulat
DIKENANG boleh, dilupa jangan. Demikian adagium bermakna yang menggema dalam hati penulis tatkala bertemu sosok dosen, peneliti, penulis buku dan multitalen Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, M.Th atau yang akrab disapa Bang Nik di Perpustakaan Pribadi di Lantai II rumahnya di Tenda tepatnya Jalan Robusta 46 RT 04/RW 04 Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selasa 27 Januari 2026.
Selama momen ada bersama di ruang perpustakaan dalam suasana kekeluargaan selama kurang lebih dua jam itu, penulis menyaksikan sendiri bagaimana sosok luar biasa Bang Nik menggores aneka nilai perjalanan hidupnya baik sebagai dosen, peneliti, dan penulis buku maupun pengalamannya saat menjalankan misi kemanusiaan ke Israel tahun 2000. Serpihan sejarah yang pantas dikenang dan diambil hikmahnya, dan jangan pernah dilupakan.
Dari serpihan sejarah hidupnya yang terdokumentasi dan tertata rapi itu terpancar aneka nilai, termasuk nilai berliterasi, baik literasi dasar membaca dan menulis, maupun sejumlah literasi lainnya seperti literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi budaya dan kewarganegaraan, literasi informasi, literasi media, dan literasi finansial.
Dari perbincangan dalam suasana penuh keakraban itu Bang Nik memancarkan apa yang sudah,sedang dan akan terus digemakannya untuk memaknai sejumlah literasi di atas.
Di bidang literasi dasar, Bang Nik memiliki kemampuan membaca dan menulis untuk memahami dan mengerti pelbagai informasi. Ia sendiri mengoleksi ribuan buku, dan bahkan belasan buku di antaraya merupakan hasil karyanya sendidi.
Di bidang literasi numerasi, Bang Nik memiliki kemampuan menganalisis angka dan data untuk memperkuat literasi menulis dan tugasnya sebagai dosen dan peneliti.
Di bidang literasi sains, Bang Nik memiliki kemampuan memahami fenomena alam dan sosial melalui pengetahuan ilmiah.
Dari sudut literasi digital, Bang Nik memiliki kemampuan menggunakan teknologi digital untuk berkomunikasi dan mengakses informasi secara efektif.
Dari sudut literasi budaya dan kewarganegaraan, Bang Nik memiliki kemampuan memahami, menghargai dan bersikap terhadap budaya lokal dan nasional serta kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Buku terbaru karya Bang Nik berjudul Ritus-Ritus Adat Manggarai yang diterbitkan Penerbit Lembaga Nusa Bunga Mandiri tahun 2024 merupakan salah satu contoh nyata bagaimana ia memiliki kemampuan memahami, menghargai dan bersikap terhadap budaya lokal Manggarai.
Dari sudut literasi informasi, Bang Nik memiliki kemampuan menemukan, menilai dan menggunakan informasi secara efektif.
Dari sisi literasi media, Bang Nik memiliki kemampuan untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan peran media baik cetak, televisi, internet, dan media sosial.
Sementara dari sisi literasi finansial, Bang Nik memiliki kemampuan memahami dan mengelola keuangan termasuk risiko dan manfaatnya.
Hasilkan Belasan Buku dan Publikasikan Ragam Karya Ilmiah
Penulis mencatat bahwa terkhusus di bidang literasi dasar menulis dan membaca, Bang Nik menekuninya sejak ia mengenyam pendidikan di SMP Stanislaus dan SMAK Pancasila Borong dalam dasawarsa 90-an.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










