Luka yang Terulang dan Seruan yang Belum Usai - FloresPos Net - Page 2

Luka yang Terulang dan Seruan yang Belum Usai

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 08:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anselmus Dore Woho Atasoge

Anselmus Dore Woho Atasoge

Dengan tema besar Migran–Perantau, Perpas Nusra XII berfokus pada pencarian solusi pastoral konkret dan berkelanjutan bagi para pekerja migran, melalui pendekatan spiritual, sosial, dan kultural lintas-keuskupan.

Kisah Elvi harus menggugah kita bukan hanya untuk berduka, tetapi untuk bangkit: membangun ekosistem migrasi yang berakar pada martabat manusia, dan menjadikan perlindungan bukan sebagai reaksi, tetapi sebagai budaya. Bukan individual melainkan kolektif-inklusif.

Dalam menghadapi kisah tragis seperti yang dialami Elvi, kita tidak cukup hanya mengutuk kekerasan yang telah menjadi bagian dari perjumpaan eksistensialnya di tanah rantau.

Lebih dari itu, kita harus membangun ekosistem perlindungan yang berakar pada martabat manusia. Hannah Arendt, dalam The Human Condition, menekankan bahwa “kemampuan untuk memulai sesuatu yang baru adalah inti dari kebebasan manusia.”

Baca Juga :  Menemukan Keseimbangan Dalam Budaya Moderen

Migrasi, dalam terang ini, seharusnya menjadi ruang kebebasan bukan keterpaksaan akibat ketimpangan. Maka, komunitas yang peduli harus melampaui reaksi emosional dan bergerak menuju struktur yang memungkinkan setiap individu memilih jalan hidupnya dengan aman dan bermartabat.

Lebih jauh, Emmanuel Levinas dalam Totality and Infinity mengingatkan bahwa “wajah yang lain adalah panggilan etis yang menuntut tanggung jawab.” Wajah Elvi yang terluka bukan hanya simbol penderitaan, tetapi panggilan konkret bagi kita untuk bertindak.

Komunitas yang sungguh peduli tidak hanya mengadvokasi dari kejauhan, tetapi hadir secara nyata: mendidik, membekali, dan melindungi. Dengan menjadikan perlindungan sebagai budaya, bukan sekadar respons terhadap tragedi, kita menjawab panggilan etis itu dan mengubah migrasi dari pelarian menjadi pilihan yang bermartabat.

Baca Juga :  Semana Santa, Gelombang Modernitas dan Kohesi Sosial

Kisah Elvi bukan hanya cermin dari luka sosial yang terus berulang, tetapi juga panggilan mendesak untuk membangun komunitas yang bertanggung jawab secara etis dan struktural.

Dalam terang pemikiran Arendt dan Levinas, kita diajak untuk tidak sekadar bersimpati, tetapi bertindak: menciptakan ekosistem migrasi yang menjunjung martabat, mendidik sebelum memberangkatkan, dan melindungi sebelum terluka.

Perlindungan bukanlah reaksi terhadap tragedi, melainkan komitmen yang hidup dalam kebijakan, pendidikan, dan relasi sosial. Hanya dengan itu, migrasi menjadi ruang kebebasan, bukan pelarian dari ketidakberdayaan.*

Penulis, adalah Staf Pengajar pada Stipar Ende

Berita Terkait

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel
Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur
Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban
Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores
Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum
Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WITA

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:18 WITA

Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:41 WITA

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:49 WITA

Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA