Luka yang Terulang dan Seruan yang Belum Usai - FloresPos Net

Luka yang Terulang dan Seruan yang Belum Usai

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 08:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anselmus Dore Woho Atasoge

Anselmus Dore Woho Atasoge

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

KISAH Elvi Normawati Kun, seorang Pekerja Migran Indonesia asal Timor Tengah Utara yang pulang dalam kondisi sekarat setelah disiksa oleh agen tenaga kerja di Malaysia, bukan sekadar berita duka. Ia adalah cermin retak dari sistem yang terus gagal melindungi martabat manusia.

Dalam setiap panggilan video yang ia lakukan sebelum tidur ketika ia sedang gulana di tanah rantau, tersimpan harapan dan cinta yang tak terputus kepada keluarganya. Namun, ketika komunikasi terputus dan tubuhnya kembali ke tanah air dalam luka, kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: mengapa penderitaan ini terus berulang?

Tragedi ini mengundang kita untuk merenungkan nilai ontologis manusia dalam sistem ekonomi global. Elvi bukan sekadar pekerja. Ia adalah pribadi yang memiliki kehendak, cinta, dan harapan. Namun dalam praktik migrasi tenaga kerja yang non-prosedural, manusia sering kali direduksi menjadi komoditas.

Baca Juga :  Korupsi dan Cara Pandang Terhadap Kekayaan

Ketika agen perekrut menyekap dan menyiksa, mereka menanggalkan etika relasional dan menggantinya dengan logika eksploitatif. Dalam perspektif Emmanuel Levinas, wajah Elvi yang menderita adalah panggilan etis yang menuntut tanggung jawab kita sebagai sesama.

Di balik langkah-langkah diam Elvi menuju Malaysia, tersimpan luka sosial yang dalam: ketimpangan struktural yang memaksa banyak anak bangsa meninggalkan tanah kelahiran demi secercah harapan.

Ketika ekonomi lokal tak mampu menjamin kesejahteraan, migrasi bukan lagi pilihan bebas, melainkan pelarian dari ketidakberdayaan.

Mereka yang berangkat bukan karena ingin, tetapi karena tak ada jalan lain. Dalam sunyi, mereka membawa beban keluarga, mimpi yang rapuh, dan harapan yang sering kali dipatahkan oleh sistem yang tak peduli.

Baca Juga :  Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma

Keputusan Elvi untuk berangkat secara non-prosedural bukanlah bentuk kelalaian pribadi, melainkan cerminan dari sistem yang gagal menyediakan jalur aman dan bermartabat.

Ketika perlindungan hanya menjadi slogan, dan edukasi migrasi tak menjangkau akar rumput, maka tubuh-tubuh rentan seperti Elvi menjadi korban dari jaringan eksploitatif. Ini bukan sekadar tragedi individu, tetapi jeritan kolektif dari masyarakat yang dibiarkan berjalan sendiri di lorong gelap tanpa lentera perlindungan.

Seruan Pertemuan Pastoral Regio Nusa Tenggara (Perpas Nusra) XII yang digelar di Larantuka pada Juli 2025 belum hilang dari ingatan kolektif kita.

Berita Terkait

Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Sumpah yang Dimudahkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Berita Terbaru

Opini

Sumpah yang Dimudahkan

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:06 WITA