Quo Vadis Pendidikan Dasar Indonesia? - FloresPos Net

Quo Vadis Pendidikan Dasar Indonesia?

- Jurnalis

Senin, 7 April 2025 - 21:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inosensius Enryco Mokos, M. I. Kom

Inosensius Enryco Mokos, M. I. Kom

Oleh: Inosensius Enryco Mokos, M. I. Kom

SAAT mengetahui dan membaca berita tentang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Indonesia mendapatkan pemotongan anggaran atau efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres), saya merasa bahwa pendidikan dasar dan menengah Indonesia bisa akan stagnan dan tidak akan meningkat kualitasnya.

Kemendikdasmen mendapatkan pemotongan anggaran 8 triliun. Ini adalah anggaran yang sangat besar yang sebenarnya sangat berguna untuk pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.

Jika sajaanggaran 8 triliun itu dikelola dengan baik dan tidak dipotong, berapa banyak guru honorer yang bisa sejahtera, berapa banyak gedung sekolah yang mendapatkan renovasi dan perbaikan, berapa banyak pengembangan dan penerapan tekologi yang dapat dilakukan sehingga pendidikan dasar di Indonesia dapat meningkat kualitasnya.

Melihat fenomena pemotongan anggaran yang didapatkan oleh Kemendikdasmen, saya merasa fokus dan arah peningkatan kualitas pendidikan dasar akan berdampak sangat besar dan bisa jadi segala rencana baik yang sudah direncanakan gagal dan pada akhirnya pendidikan dasar hanya akan berjalan di tempat.

Baca Juga :  Dari TOSIBA Menuju Rumah Tuhan (Memaknai Misa Pentahbisan Gereja Santa Maria Pembantu Abadi Weri)

Saya sebagai masyarakat pada awalnya merasa bahwa dalam Pemerintahan Presiden Prabowo yakin pendidikan dasar kita akan mengalami peningkatan yang signifikan karena jargon politik Prabowo adalah membuat kebijakan pendidikan gratis namun realitanya berbeda jauh sama sekali.

Pertanyaan besar muncul, mau ke mana arah pendidikan dasar Indonesia setelah pemotongan anggaran yang berpengaruh besar ini? Apakah rencana-rencana besar yang sudah dicanangkan Kemendikdasmen dapat terlaksana dengan baik? Penting untuk membahas dan mengeksplorasi pertanyaan di atas sebagai bahan refleksi terhadap kualitas pendidikan dasar di Indonesia.

Baca Juga :  Arnoldus Janssen: ‘Si Kepala Batu’ yang Jadi Santo

Quo Vadis Pendidikan Dasar Indonesia?

Seperti yang sudah saya katakan di awal bahwa, mau ke mana arah pendidikan dasar kita dengan pemotongan anggaran besar yang berpengaruh ini? Tentu jawabannya arah pendidikan kita akan lambat dan mendapatkan banyak hambatan.

Dengan anggaran 8 triliun itu, tentu peningkatan kualitas dan pembangunan teknologi yang bisa diterapkan di berbagai sekolah dasar di Indonesia akan tercapai dengan baik.

Dengan wacana Kemendikdasmen untuk menerapkan kembali Ujian Nasional atauTes Kemampuan Akademik, tentu anggaran 8 triliun itu sangat membantu. Namun dengan pemotongan anggaran itu justru membuat wacana ini bisa saja tidak akan berjalan dengan baik atau penerapannya akan menghadapi hambatan.

Jika kita ingin mencermati betapa pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dasar kita maka data kualitas IQ di Indonesia dapat menjadi patokan.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Di Balik Senyum dan Kebersamaan (Catatan Reflektif atas Kisah Kematian Bunuh Diri di NTT)
Doa, Etika Publik dan Harapan Perdamaian
Kondisi Fiskal Flores Timur dan Euforia Pencinta Sepak Bola
Buzzer, Akun Anonim dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal
Wajah Sunyi Stigmatisasi dalam Masyarakat NTT
Semana Santa, Gelombang Modernitas dan Kohesi Sosial
Narasi dan Realita, Framing Media dalam Konflik dan Harmoni Sosial
Paradoks Pembangunan Pesisir: Menakar Kesiapan Substantif Kampung Nelayan Merah Putih di Bumi Nian Sikka
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:12 WITA

Di Balik Senyum dan Kebersamaan (Catatan Reflektif atas Kisah Kematian Bunuh Diri di NTT)

Selasa, 14 April 2026 - 11:26 WITA

Doa, Etika Publik dan Harapan Perdamaian

Selasa, 14 April 2026 - 09:35 WITA

Kondisi Fiskal Flores Timur dan Euforia Pencinta Sepak Bola

Minggu, 12 April 2026 - 09:39 WITA

Buzzer, Akun Anonim dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

Selasa, 7 April 2026 - 20:06 WITA

Wajah Sunyi Stigmatisasi dalam Masyarakat NTT

Berita Terbaru

Nusa Bunga

KSP Kopdit Pintu Air Miliki 60 Kantor Cabang di Seluruh Indonesia

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:16 WITA

Nusa Bunga

Sejumlah Pelaku Usaha Sudah Berinvestasi di Ngada

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:16 WITA

Nusa Bunga

Tahun 2025, Bulog Ende Serap 61 Ton Beras dari Petani Lokal

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:01 WITA