Quo Vadis Pendidikan Dasar Indonesia? - FloresPos Net - Page 3

Quo Vadis Pendidikan Dasar Indonesia?

- Jurnalis

Senin, 7 April 2025 - 21:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inosensius Enryco Mokos, M. I. Kom

Inosensius Enryco Mokos, M. I. Kom

Dengan anggaran yang masih ada, tentu masyarakat berharap Menteri Abdul Mu’ti sebagai nahkoda Kemendikdasmen dapat merancang penyerapan anggaran yang baik sehingga rencana dan wacana yang sudah tetapkan dapat terlaksana dengan baik juga.

Untuk saat ini fokus pada peningkatan infrastruktur setiap daerah di Indonesia adalah satu keharusan. Meningkatkan sumberdaya teknologi dan informasi, dengan membangun perpustakaan digital dan meningkatkan kualitas guru-guru di setiap daerah adalah keniscayaan membangun peserta didik yang handal.

Bekerjasama dengan universitas di setiap daerah untuk membina dan memberikan pelatihan kepada para guru untuk perubahan kurikulum dan pengambangan teknologi adalah cara terbaik untuk menghemat anggaran sehingga bisa tercapai pembaharuan pendidikan. Kolaborasi dengan lembaga non pemerintah juga mesti gencar dilakukan untuk meningkatkan kualitas peserta didik di setiap daerah.

Baca Juga :  Depresi Pasca Melahirkan: Tantangan dan Cara Mengatasinya

Membangun system informasi yang berbasis teknologi modern untuk memberikan informasi transparansi dan akuntabilitas penyerapan anggaran juga mesti dilakukan sehingga masyarakat tetap bisa mengawal Kemendikdasmen melaksanakan program-program yang baik.

Contoh nyatanya adalah dengan menciptakan E-Learning. E-learning tentunya berguna untuk penyampaian informasi tentang penyerapan anggaran sekaligus sebagai wadah untuk memberikan informasi dan pembelajaran yang berkualitas untuk seluruh anak di pelosok negeri yang bisa diakses dengan gratis. Langkah ini juga untuk menciptakan keadilan bagi semua anak di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  AI dan ChatGTP Jadi Ancaman Kualitas Berpikir dan Beretorika

Evaluasi dan monitoring mendalam perlu juga dilakukan dengan keterlibatan masyarakat umum sehingga apa yang masih kurang dan perlu perbaikan dapat dilaksanakan dan diperbaiki.

Kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan untuk memaksimalkan pencapaian dalam anggaran yang terbatas untuk pendidikan dasar.

Kolaborasi ini akan membawa perubahan yang baik sehingga, pada akhirnya cita-cita untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan bijaksana dapat tercapai. Semua itu demi membangun bangsa Indonesia yang maju, cerdas dan berdayasaing. Semoga!

Penulis, adalah Peneliti Komunikasi Pendidikan, Politik, Publik dan Budaya

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah
Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan
Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia)
Krisis sebagai Penggerak Transformasi
Republik Lapar, Pejabatnya Kenyang: Korupsi Sudah Jadi Lauk Wajib
Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?
Hindayana dan Kurikulum Keteladanan
Ende, Soekarno, dan Momen Lahirnya Pancasila
Berita ini 135 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:49 WITA

Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah

Senin, 8 Juni 2026 - 09:46 WITA

Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:36 WITA

Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia)

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:05 WITA

Krisis sebagai Penggerak Transformasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:05 WITA

Republik Lapar, Pejabatnya Kenyang: Korupsi Sudah Jadi Lauk Wajib

Berita Terbaru