Quo Vadis Pendidikan Dasar Indonesia? - FloresPos Net - Page 2

Quo Vadis Pendidikan Dasar Indonesia?

- Jurnalis

Senin, 7 April 2025 - 21:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inosensius Enryco Mokos, M. I. Kom

Inosensius Enryco Mokos, M. I. Kom

Rata-rata IQ orang Indonesia pada tahun 2024 adalah 78,49, menempatkan Indonesia di peringkat 129 dunia dan 36 di Asia. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di kategori IQ menengah kebawah dibandingkan dengan negara lain.

Data itu menjadi acuan bahwa perlu tindakan serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar kita agar tercipta kurikulum yang baik, penerapan teknologi yang baik pula sehingga sumberdaya manusia yang tercipta juga bisa bagus. Dengan demikian tingkat IQ dan kecerdasan masyarakat Indonesia dapat meningkat.

Pendidikan dasar merupakan pilar penting yang akan menciptakan masyarakat cerdas. Dengan demikian perlu untuk mereformasi dan membangun segala sumberdaya mulai dari infrastruktur, teknologi, kualitas guru, kurikulum, system penilaian dan lain sebagainya sehingga output dari pendidikan dasar juga bagus dan cerdas.

Sebenarnya jika kita cermat melihat rencana dan perubahan yang hendak diberlakukan oleh Kemendikdasmen dalam pendidikan dasar dan menengah sangat baik untuk perubahan sikap dan kualitas para pelajar di Indonesia.

Baca Juga :  Dari Spiritualitas Inkarnatif, Melalui Penguatan Identitas, Menuju Solidaritas

Dengan wacana penerapan kurikulum baru Deep Learning tentu merupakan transformasi baik yang akan membawa dampak perubahan. Deep Learning adalah investasi pendidikan karakter yang baik bagi peserta didik di pendidikan dasar dan menengah.

Namun wacana ini bisa saja terhambat dampak dari pemotongan anggaran. Peningkatan kualitas guru yang harus mengadaptasi kurikulum baru tentu akan terhambat juga. Eksekusi kurikulum ini akan dijalankan, tetapi hanya setengah-setengah karena keterbatasan sumberdaya sehingga output yang dihasilkan juga tidak bagus.

Wacana Rumah Pendidikan yang digagas oleh Kemendikdasmen juga akan terhambat. Yang seharusnya peningkatan teknologi dan penyebaran informasi lewat literasi digital bisa diakses oleh seluruh sekolah dasar menengah di pelosok negeri malah tidak tercapai sehingga kualitas pendidikan kita juga akan jomplang jauh satu sama lain.

Baca Juga :  Mahfud: Pendekar Hukum dan Pemerhati Wong Cilik

Sebagai masyarakat umum, saya memiliki harapan yang besar kualitas pendidikan dasar dan menengah di Indonesia bisa merata untuk setiap daerah, entah itu di pedesaan maupun di kota. Hal itu mendasar agar output dari pendidikan kita bagus sehingga kualitas masyarakat yang tercipta cerdas dan bijaksana untuk membangun bangsa Indonesia.

Langkah Strategis

Tentu yang dicemaskan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dengan fenomena pemotongan anggaran dalam Kemendikdasmen adalah keterbatasan sumberdaya yang akan mengganggu penyerapan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Kehilangan motivasi dan semangat kerja bisa dirasakan oleh semua elemen dalam Kemendikdasmen lebih khusus para guru honorer sehingga dampaknya akan buruk sekali pada pendidikan kita.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global
Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel
Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur
Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban
Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores
Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum
Berita ini 141 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 06:33 WITA

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WITA

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:18 WITA

Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:41 WITA

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA