Oleh: Karolus Banda Larantukan
PERAYAAN Ekaristi merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan beriman bagi umat Katolik. Dalam konteks pendidikan, perayaan ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat iman dan semangat bagi para mahasiswa yang akan menyelesaikan studi mereka.
Dalam rangka menyongsong Wisuda ke VII Angkatan ke IX T/A 2024-2025 Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka, perayaan Ekaristi menjadi sangat relevan dan bermakna.
Bertempat di Gereja Paroki St. Ignasius Waibalun, Rabu, 19 November 2025, para calon Wisudawan, Dosen dan Tenaga Pendidik sejenak mengucap syukur atas perjalanan “Dari Ladang Menuju Panggung Sarjana”.
Perayaan Ekaristi yang diadakan sebagai bagian dari persiapan wisuda ini dapat menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk merefleksikan perjalanan studi mereka selama ini. Mereka dapat memanjatkan syukur dan terima kasih atas berkat dan bimbingan yang telah mereka terima.
Selain itu, perayaan ini juga dapat menjadi sarana untuk memohon berkat dan kekuatan bagi para wisudawan dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Di bawah tema perayaan Wisuda tahun ini: “Menuju Generasi Cerdas, Unggul dan Kompetitif dari Lamaholot untuk Indonesia Emas”, kiranya perayaan ini serentak merupakan harapan untuk masa depan generasi Lamaholot menuju Indonesia Emas nanti. Semua mesti disyukuri, tetapi harapan-lah yang memberikan arah dan cahaya untuk terus bergerak dan berproses.
Dalam perayaan Ekaristi, kita diingatkan tentang pentingnya persekutuan dan komunitas. Para mahasiswa dapat merasakan kebersamaan dan solidaritas dengan sesama wisudawan, dosen, dan staf.
Hal ini sangat penting dalam membangun semangat dan motivasi untuk menjadi agen perubahan di masyarakat. Kolaborasi dan sinergitas menjadi point penting dalam mewujudkan generasi yang kompetitif sembari dibekali kecerdasan intelektual dan kemampuan diri.
Perayaan Ekaristi juga dapat menjadi sarana untuk memotivasi para wisudawan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermakna. Mereka dapat memohon bimbingan Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus di tengah-tengah masyarakat.
Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif dan membawa dampak bagi masyarakat. Kita mesti terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat, jika kita menginginkan perubahan.
Perubahan tanpa keterlibatan hanyalah mimpi tanpa bangun dari tidur. Dunia membutuhkan generasi muda untuk perubahan, tetapi juga generasi muda mesti memberi diri untuk dunia.
Para wisudawan yang memiliki latar belakang keluarga petani, nelayan maupun penjual hasil kebun di pasar mengucapkan syukur berlimpah karena dari ‘Ladang’ itulah mereka mampu menuju ‘Panggung Sarjana’.
“Dengan keterlibatan Bapa dan Mama kami yang tangguh di ‘Ladang’ itulah kami mampu mengarahkan pandangan dan menggapai ‘Panggung Sarjana’ ini. Terima kasih Bapa dan Mama.”
Di akhir Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki St. Ignasius Waibalun, P. Simeon, SVD, menyampaikan bahwa perayaan Ekaristi dalam rangka menyongsong Wisuda ke VII T/A 2024-2025 IKTL merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi para mahasiswa untuk memperkuat iman dan semangat mereka.
Dengan memanjatkan syukur dan terima kasih, serta memohon berkat dan kekuatan, para wisudawan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermakna. Semoga perayaan ini dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita semua.
Lagu Penutup “Mari Kita Pulang” oleh paduan suara Mahasiswa IKTL “Bella Canzone” yang dipimpin oleh Ibu Brigita Elizabeth Uran dan Pak Barto sungguh menjadikan perayaan Ekaristi dalam rangka Wisuda ke VII Angkatan ke IX Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka tahun akademik 2024-2025 menjadi perayaan syukur yang penuh kemeriahan. *
Penulis adalah Staf Pengajar Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL)
Editor : Wentho Eliando










