Kekerasan Seksual: Luka dalam Relasi yang Harus Dihentikan - FloresPos Net

Kekerasan Seksual: Luka dalam Relasi yang Harus Dihentikan

- Jurnalis

Rabu, 9 April 2025 - 19:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Jefrino

Marianus Jefrino

Oleh: Marianus Jefrino

HARI-hari ini, kekerasan seksual selalu menjadi momok yang menghantui masyarakat. Lebih menyedihkan lagi, ketika pelaku kekerasan tersebut justru adalah orang terdekat yang seharusnya menjadi pelindung.

Data terbaru per Januari hingga Maret 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (08/03/2025) mengungkap fakta yang mencengangkan.

Tercatat dari 1 Januari hingga 8 Maret 2025, sebanyak 4.518 kasus kekerasan dengan korban terbesar adalah perempuan sebanyak 3.886 orang, sedangkan korban laki-laki sebanyak 957 orang.

Hal yang paling miris, bentuk kekerasan terbanyak adalah kekerasan seksual dengan jumlah 1.890 kasus. Ini menunjukkan betapa rentannya perempuan dan anak dalam lingkungan yang seharus nyaaman. Lebih ironis lagi, pelaku terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 2.835 kasus.

Baca Juga :  Paham Sosialisme dalam Terang Rerum Novarum

Berdasarkan hubungan dengan korban, pelaku yang paling banyak adalah suami atau istri sebanyak 676 kasus, diikuti oleh pacar atau teman sebesar 670 kasus, dan orang tua sebanyak 561 kasus. Dari sisi kelompok umur, korban perempuan terbanyak berada di rentang usia 13 hingga 17 tahun mencapai 32%.

Ini menunjukkan bahwa remaja perempuan menjadi kelompok yang paling rawan mengalami kekerasan seksual. Dari segi pendidikan, korban terbanyak berasal dari jenjang SLTA/SMA sebesar 30%, diikuti oleh SLTP sebesar 22,6%.

Baca Juga :  Korupsi dan Cara Pandang Terhadap Kekayaan

Sementara itu, jika dilihat dari pekerjaan, korban terbanyak adalah pelajar mencapai 45%. Fakta lain yang menambah keprihatinan adalah tempat kejadian yang paling sering adalah di lingkungan rumah tangga, yaitu sebesar 61,7%.

Ironi Religiusitas Tinggi dan Kekerasan Seksual

Data kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia menjadi semakin ironi, jika kita melihat fakta. Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat religiositas tertinggi di dunia.

Laporan majalah Ceoworld pada 8 April 2024 menempatkan Indonesia sebagai negara ketujuh paling religius di dunia, dengan 98,7 persen responden mengaku religius.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Tei Ra Ngoa: Kompas Moral dari Kampung di Zaman yang Riuh
Kritik Itu Vitaminnya Demokrasi
Menenun Indonesia dari Kampung (Membidik Kampus Lokal sebagai Persemaian Intelektual)
Merawat Kesehatan Mental Melalui Konseling Individu
Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak
Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna
Di Balik Senyum dan Kebersamaan (Catatan Reflektif atas Kisah Kematian Bunuh Diri di NTT)
Doa, Etika Publik dan Harapan Perdamaian
Berita ini 279 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 11:57 WITA

Tei Ra Ngoa: Kompas Moral dari Kampung di Zaman yang Riuh

Kamis, 23 April 2026 - 19:17 WITA

Kritik Itu Vitaminnya Demokrasi

Kamis, 23 April 2026 - 09:10 WITA

Menenun Indonesia dari Kampung (Membidik Kampus Lokal sebagai Persemaian Intelektual)

Rabu, 22 April 2026 - 20:28 WITA

Merawat Kesehatan Mental Melalui Konseling Individu

Selasa, 21 April 2026 - 12:56 WITA

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Merawat Jiwa Bangsa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:47 WITA