Ibu Mia Dua Sosok Katekis yang Total Mengabdi untuk Gereja dan Bangsa Hingga Titik Darah Terakhir - FloresPos Net

Ibu Mia Dua Sosok Katekis yang Total Mengabdi untuk Gereja dan Bangsa Hingga Titik Darah Terakhir

- Jurnalis

Selasa, 9 Januari 2024 - 13:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Wall Abulat (Jurnalis & Ketua Komsos Paroki Thomas Morus Maumere)

MENDUNG duka menyelimuti belasan ribu umat Katolik Paroki SantoThomas Morus (Pasthorus) Maumere, Keuskupan Maumere atas meninggalnya sosok katekis dan pelayan pastoral Ibu Mia Maria Margaretha pada Senin 8 Januari 2024.

Berita meninggalnya Mantan Guru Agama Katolik yang mengabdi selama 32 tahun di SMAN I Maumere hingga pensiun pada tahun 2019 ini sangat mengagetkan banyak pihak.

Apalagi, tiga hari  tepatnya tanggal 5 dan 6 Januari 2024 menjelang kematiannya, istri dari Sipri Madha ini ikut secara aktif dalam dua kegiatan penting di Paroki Santo Thomas Morus yakni evaluasi keuangan Paroki Tahun 2023 dan penyusunan perencanaan program pastoral 2024.

Pada dua momen ini, Ibu Mia aktif bersama puluhan pelayanan pastoral di bawah pimpinan Pastor Paroki RD. Domi Dange melakukan evaluasi dan aktif berdiskusi dalam penyusunan program.

Momen kegiatan pastoral di Paroki Santo Thomas Morus ini sempat diberitakan di dua media online yakni Mudikalink.net anak dari Florespos.net yang berkantor di Ende, dan dimuat juga Pojokbebas.com media yang berkantor di Jakarta.

Dua media ini sama-sama menurukan berita pada Senin 8 Januari 2024 pagi atau beberapa jam sebelum Ia Mia menghembuskan nafas terakhir.

Cerita totalitas pengabdian Ibu Mia untuk pelayanan di Gereja memang menjadi warna utama pelayanannya menjelang ajal menjemputnya.

Meskipun kondisi fisiknya mengalami penuruan  karena keluar masuk RS sejak Januari hingga Oktober 2023, namun Ibu Mia selalu hadir dalam pelbagai pertemuan pastoral di Tingkat Paroki dan Keuskupan.

Media ini mencatat, Ibu Mia selalu berpartisipasi aktif dalam pelbagai kegiatan evaluasi pastoral Thomas Morus pada 15 dan 16 Desember 2023 yang dipusatkan di Aula TK Yos Sudarso dan Kherubim Center Hall (KCH), dan dalam kegiatan katekese stunting termasuk katekese untuk orang muda di KBG Kristus Raja pada Mingggu 17 Desember 2023.

Dan keesokan harinya, tepatnya pada Senin 18 Desember 2023, Ibu Mia bergabung dengan Pengurus KBG Kristus Raja memberikan makanan bergizi bagi belasan balita yang mengalami gizi.

Singkat cerita, sosok Ibu Mia dikenal elemen umat Paroki St. Thomas Morus sebagai seorang katekis dan pelayanan pastoral yang total mengabdi untuk Gereja dan bangsa, meskipun konsisi fisiknya mengalami penurunan karena sakit dalam setahun terakhir.

Para Pastor, Suster, dan Ribuan Umat Melayat

Berita meninggalnya Mantan Guru SMAN I Maumere Ibu Dua Maria Margaretha ini tersiar begitu cepat di pelbagai media sosial seperti facebook, grup WhatsApp (WA), twitter, dan laman media sosial lainnya.

Baca Juga :  Pengungsi Erupsi Lewotobi Rindu Rumah, Semoga Cepat di Rumah Meski di Hunian Sementara

Tak heran dalam hitungan menit, ribuan umat dari pelosok Sikka menyambangi Ruang Jenazah RSUD dr. TC Hillers Maumere dan rumah duka di Jalan K.S. Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur.

Tampak di antara para pelayan ada puluhan pastor dari pelbagai kongregasi dan paguyuban, pengurus DPP Paroki Santo Thomas Morus, Perangkat Pastoral Keuskupan, para suster, para alumni SMAN I, dan elemen warga lainnya.

Turut hadir melayat beberapa pastor di antaranya Pastor Paroki Santo Thomas Morus RD. Domi Dange, Pastor Paroki Santo Gabriel Waioti RD. Laurensius Noi yang juga Mantan Pastor Paroki St. Thomas Morus Maumere, Praeses Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, RD. Marthoni Tangi; Direktur PSE & Caritas Keuskupan Maumere RD. Kristo Lodo; RP. Tony Janga, CP; RP. Edward Mada, CP; RP. Romy, O.Carm; RP. Ovan, O.Carm;  dan puluhan pastor lainnya.

Hadir juga perangkat DPP Thomas Morus di antaranya Ketua Pelaksana I Markus Minggus, Penasihat DPP Pasthorus Paulus Depa; Sekretaris DPP Pasthorus Ibu Martha Yeane E. Ray, dan puluhan ratusan perangkat pastoral Pasthorus mulai dari KBG, Lingkungan, Stasi an Paroki. Turut hadir keluarga besar almarhumah dari Wangka dan Aimere, Kabupaten Ngada.

Umat juga menghadiri misa yang dipimpin RP. Edward Mada, CP didampingi tiga imam konselebrantes yakni RD. Marthoni Tangi; RP. Tony Janga, CP; dan  RP. RP. Romy, O.Carm di rumah duka pada Senin (8/1/2024) pukul 19.30 Wita.

Dibanjiri Karangan Bunga

Pantauan Media ini di rumah duka, Selasa pagi, terlihat di halaman rumah puluhan karangan bunga dengan ucapan turut berduka cita.

Karangan bunga di antaranya berasal dari Bank NTT Cabang Maumere, Bank Sinar Mas; KSP CU Bahtera Sejahtera, belasan karangan bunga dari sejumlah alumnus SMAN I Maumere, dan karangan bunga dari elemen masyarakat lainnya.

Curiculum Vitae

Ibu Dua Maria Margareta atau yang akrab disapa Ibu Mia  Lahir di Ngada 24 Februari 1959. Anak dari pasangan Wihelmus Waze dan Sofia Ndikung.

Ibu Mia menikah dengan pemuda pilihannya Sipri Madha asal Airmere, Ngada pada 7 September 1988 dan dikarunia empat orang anak yakni Maria Seravia Elisabeth Madha; Fransiskus Emilianus Kurnianto Madha, Yanuarius Marsianus Madha, dan Maria Albertina Anelia Madha, dan anak mantu  Dolorosa Hyasinta D.I. Da Rato.

Baca Juga :  Bukan Menang tapi Juara ('Dance Bola-Bola' Meriahkan Kemerdekaan RI di Kampung Waibalun)

Ibu Mia menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD Wangka tamat tahun 1974, melanjutkan ke SMP Kejora Wangka tamat 1977, dan SMAK Syuradikara Ende tamat tahun 1981.

Ibu Mia selanjutnya mengikuti jenjang pendidikan kateketik di Ruteng tamat tahun 1983, dan sarjana muda lengkap  tamat tahun 1985, dan pendidikan strata I di STIPAR Ende tamat 10 Juli 2009.

Ibu Mia telah malang melintang bekerja  sebagai guru di sejumlah sekolah di antaranya  mengajar di SPG Byaktyarsa tahun 1985-1986, diangkat menjadi CPNS di SMAN 1 Maumere tahun 1987 dan mengabdi selama 32 tahundi SMAN 1 Maumere sebagai Guru Agama Katolik.

Ibu Mia pensiun sejak 1 Maret 2019 dengan pangkat terakhir IV A. Seusai pensius, Ibu Mia melanjutkan jiwa pengabdiannya sebagai guru di SMAK Monte Carmello dari Juli 2022 hingga ajal menjemputnya.

Selain fokus mengajar dan sebagau Guru, Ibu Mia juga melang melintang di sejumlah organisasi di antaranya anggota TOC Karmelit Awam St. JoachimaVedruna De Mas dipercaya sebagai Sekretaris TOC dari tahun 2013 hingga Oktober 2023; dan Ketua TOC dari November 2023 sampai ajal menjemputnya.

Selain itu, Ibu Mia juga menjabat sebagai anggota Biro Kateketik Keuskupan Maumere sejak 2023 sampai sekarang; anggota seksi Kateketik DPP Thomas Morus sejak 2007 hingga 2022, dan anggota Seksi Kitab Suci DPP Thomas Morus sejak tahun 2023.

Riwayat sakit didiagnosa memiliki batu ginjal pada Desember 2022, dan dirujuk ke  RS Shiloam Kupang pada Januari 2023. Pada Maret 2023 operasi batu ginjal.

Setelah operasi mengalami infeksi sehingga  pada April 2023 menjalani perawatan di RSUD dr. TC Hillers Maumere. Pada Oktober 2023 menjalani operasi cabut selang  di RS Shiloam Kupang.

Pada Minggu 7 Januari 2024 menjalani rawat jalan di RSUD dr. TC Hillers Maumere dengan keluhan di tempat bekas operasi.

Pada Senin 8 Januari 2024 pukul 4.30 Wita, Ibu Mia dilarikan ke RSUD dr. TC Hillers Maumere dengan keluhan sesak nafas dan didiagnosa ada penumpukan cairan pada paru-paru.

Pada Senin 8 Januari 2024 pukul 11.30 Wita, Ibu Mia menghempuskan  nafas terakhir.

Ibu Mia diagendakan akan dimakamkan di halaman rumah duka yang diawali dengan misa di Gereja Santo Thomas Morus Maumere pada Selasaa (9/1/2024) pukul 14.00 Wita.

Selamat jalan sosok katekis dan pelayanan pastoral yang total membaktikan diri bagi Gereja dan Bangsa. Requiescat In Pace. Beristirahatlah Dalam Damai. ***

Berita Terkait

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM
Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Berita ini 156 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:47 WITA

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Dignitas Sang Penjual Bawang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:53 WITA