Oleh: Wall Abulat
Small is beautiful-Kecil itu indah. Demikian satu adagium yang menggema dalam diri penulis ketika hendak menulis salah seorang penyintas gempa tektonik berkekuatan 7,7 skala richter yang mengguncang Flores, termasuk Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai pada 15 Agustus 2026 lalu.
Sosok itu setia melakukan hal-hal kecil, namun apa yang dilakukannya selalu dilayaninya dengan setulus hati.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Gempa Flores ini selalu meninggalkan aneka cerita bagi siapa saja yang pernah mengalaminya. Ada cerita duka. Sedih. Cerita inspiratif dan aneka cerita yang melahirkan aneka nilai kemanusiaan lainnya.
Kita berduka karena ada ratusan warga Flores yang meninggal dunia, dan ribuan yang menderita luka. Kita sedih karena ada puluhan ribu rumah dan fasilitas umum mengalami rusak parah, sedang dan ringan.
Para penyintas juga mewarisi aneka cerita inspiratif karena di balik bencana ini ada banyak pihak terlibat dalam misi kemanusiaan baik sebagai donatur, relawan, maupun sebagai sosok pemimpin dari tingkat RT hingga Pemerintah Pusat yang terlibat dengan caranya masing-masing meringankan beban sesama penyintas gempa.
Salah seorang sosok inspiratif yang menjadi inspirasi bagi banyak pihak selama masa tanggap darurat gempa, terutama dalam menjalankan misi kemanusiaan selama ini adalah Marselinus Mbawu atau yang akrab disapa Manchek. Manchek adalah warga RT 015/RW 004 Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Manchek menjadi salah satu terdampak gempa dari sekitar belasan ribu warga terdampak gempa lainnya di Kabupaten Manggarai. Manchek menjadi salah satu warga yang rumahnya mengalami rusak parah, dan hampir semua dinding rumahnya mengalami keretakan.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










