Manchek meminta warga di RT dan KBG yang dipimpinnya, untuk terus bersinergi melakukan aksi kemanusiaan terhadap penyintas gempa dengan caranya masing-masing.
“Mari kita terus bersinergi melakukan aksi kemanusiaan bagi sesama yang mengalami dampak tektonik,” pinta sulung dari pasangaan Agustinus Mbawu (alm) dan Mama Waldetrudis Tensinsunsenrin (alm) ini.
Terima Kasih
Penyintas linta agama gempa tektonik di RT 015/RW 004, Kelurahan Mata Air menyampaikan terima kasih atas totalitas Marselinus Mbawu yang menjalankan misi kemanusiaan pascagempa tektonik mengguncang Flores sejak 15 Agustus 2026 lalu.
Warga menilai sosok Marselinus Mbawu menjadi inspirasi karena ia selalu ada waktu untuk bersama penyintas dan bersinergi dengan mereka dalam upaya memperjuangkan hak-haknya sebagai penyintas gempa tektonik.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Marselinus Mbawu yang selalu ada waktu untuk penyintas gempa tektonik Flores di RT 015/RW 004 dan di KBG Tabut Perjanjian,” kata Mama Maria salah seorang seorang warga RT 015/RW 004 dan umat KBG Tabut Perjanjian.
Semoga segala bentuk komitmen dan tanggung jawab yang ia jalankan baik sebagai Ketua RT maupun Ketua KBG bisa menginspirasi banyak pihak untuk tetap setia melayani sepenuh hati segala tugas yang dipercayakan kepada siapa pun baik atau tidak baik waktunya (opportune importune). Deus Benedicat, Tuhan memberkati.*
Penulis: Jurnalis dan Salah Satu Warga Penyintas Gempa Flores di Reo, Kabupaten Manggarai.
Editor : Wentho Eliando










