Komisi 2 DPRD Flores Timur menemukan sejumlah soal yang cukup mencengangkan. Ketua Komisi 2, Theodorus Wungubelen menyebutkan, dari sapi 200 ekor yang dibawah oleh rekanan penyedia, ditemukan, sapi 40 ekor mati dan sapi 7 ekor hilang.
“Berdasarkan penjelasan dari karyawan penyedia, sebanyak 200 ekor, terdiri dari 107 jantan dan 93 betina,” katanya kepada media, Selasa (29/9/2026) malam.
Namun menurut Rut Wungubelen–sapaan Theodorus M. Wungubelen, Tim yang turun ke lapangan atau lokasi Wolo Kolo tidak bisa memastikan jumlahnya sebagaimana yang disampaikan karyawan penyedia.
Karena menurut Rut Wungubelen, tim sulit menemukan formula atau cara menghitung jumlah sapi mengingat sapi-sapi itu sudah disebar dalam blok kandang seluas kurang lebih 15 hektar.
Rut Wungubelen menjelaskan, berdasarkan penjelasan Plt. Kepala Dinas Bunter, Kepala Desa Lamatutu dan salah satu karyawan penyedia, dari 200 sapi yang ada, 40 ekor mati.
Selain itu, ada 13 sapi yang keluar dari blok menerobos kandang, 6 sapi berhasil diselamatkan dan digiring kembali ke kandang. Sementara 7 ekor lainnya belum ditemukan. Sehingga jumlah sapi yang ada tersisa 153 ekor.
“Dari 153 ekor sapi yang ada, ada 2 ekor yang sejak kami tiba sampai dengan kembali dua ekor sapi tetap terbaring di tanah dan tidak bisa berdiri,” katanya.
Rut Wungubelen bilang ratusan sapi itu ditempatkan pada blok yang telah terbakar beberapa pekan sebelumnya. Pada blok sapi ditempatkan itu sama sekali tidak tersedia pakan dan air.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










