Untuk sentra peternakan sapi ini, anggaran yang dialokasikan fantastis. Mulai dari sewa lahan 200 hektar Rp 200 juta per tahun, persiapan pakan sekitar Rp 1.002 miliar dan pembangunan sarana pendukung lain sekitar Rp 800-an juta hingga pengadaan sapi 700 ekor sekitar Rp 5,7miliar. Untuk proses pendirian BUMD, bahkan hingga saat ini belum final.
Skema Sentra Berubah Jadi Sub Sentra Peternakan Sapi
Pada beberapa kali rapat di lembaga DPRD dan terakhir pembahasan Rancangan Perubahan APBD Flores Timur Tahun 2026, tepatnya pada akhir Agustus hingga awal September 2026 atau tiga bulan sebelum berakhir tahun anggaran muncul rancangan skema baru Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo. Skema baru dimaksud berubah menjadi Sub Sentra Peternakan.
Alasan pemerintah yang sempat terungkap pada momen rapat-rapat dan pembahasan di DPRD, yakni ketersediaan pakan dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya di Wolo Kolo belum memadai alias belum siap untuk menampung 700 ekor sesuai skema awal, sentra peternakan sapi. Pakan yang ada di lokasi hanya menampung tidak lebih dari 25 ekor. Itu pun pakan yang tersedia hanya mampu bertahan sampai akhir tahun ini.

Adapun rancangan skema baru yang dikemudian telah dijalan itu, yakni pengurangan jumlah sapi dari 700 ekor menjadi 150 ekor. Rincian penyebaran berdasarkan skema baru, yakni 50 ekor di lokasi (sentra) Wolo Kolo dan sisanya 100 ekor disebar ke sejumlah titik di Flores Timur kepada kelompok peternak dan masyarakat.
Perubahan skema itu diperkuat melalui Pidato Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Flores Timur Tahun Anggaran 2026, disampaikan Bupati Anton Doni pada paripurna DPRD pada Senin (21/9/2026).
Pada momentum itu Bupati Antonius Doni Dihen mengajukan alokasi anggaran baru. Anggaran itu dialokasikan untuk penyiapan sarana prasarana pendukung di Sub Sentra Peternakan Sapi pada Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Sudah Habis Rp 2 Miliar Lebih
Program Big Push Sentra Peternakan Sapi pada Disbunter sejatinya sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 2 miliar lebih pada tahun anggaran 2025 dan semester pertama tahun anggaran 2026, sebelum ada perubahan skema baru dari sentra peternakan sapi menjadi sub sentra peternakan sapi.
Anggaran sekitar Rp 2 miliar lebih itu telah habis terpakai untuk dua item kegiatan diakhir tahun anggaran 2025 dan sejumlah item kegiatan di semester pertama tahun anggaran 2026.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










