Dua item kegiatan yang terlaksana pada akhir tahun 2025, yakni pertama, sewa lahan 200 hektar di Wolo Kolo. Sewa lahan ini, senilai Rp 200 juta per tahun ditandatangani Bupati Anton Doni dan dibayar usai tandatangan.
Kedua, persiapan lokasi Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo. Didalamnya, kegiatan pengerjaan penanam hijau makanan ternak (HMT), penanaman pagar pembatas kawasan, pembukaan jalan usaha tani (JUT) dan hari orang kerja (HOK). Nilai kontrak seluruh item kegiatan persiapan ini sebesar Rp 1,002 miliar.
Sedangkan alokasi APBD tahun anggaran 2026, di semester pertama, yakni, pengadaan alat dan bahan pendukung pembangunan sentral peternakan sapi, dengan pagu anggaran Rp233.957.090.

Pengadaan panel surya untuk sentra peternakan sapi, pagu Rp65.000.000. Pengadaan mobil operasi sentral peternakan sapi dengan pagu Rp220.000.000, pengadaan pembangunan mess, gudang pakan dan minuman sapi dengan pagu Rp296.000.000.
Selain itu, jasa konsultasi pengawasan pembangunan mess, gedung pakan, tempat pakan dan minuman sapi dengan pagu anggaran Rp11.840.000.
Dan juga jasa perencanaan pembangunan mess, gedung pakan, tempat pakan dan minuman sapi, dengan pagu Rp8.880.000. Belum terhitung biaya jasa penyusunan UKL/UPL.
Total keseluruhan–anggaran tahun 2025 dan semester pertama tahun 2026 sebelum perubahan skema dari sentra menjadi sub sentra itu sekitar Rp 2 miliar lebih. Ini, belum terhitung alokasi anggaran untuk item-item kegiatan kecil lainnya.
Fraksi PAN Dorong Irda Audit
Pada momen pembahasan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, pekan terakhir September lalu, dalam pemandangan umum, mayoritas fraksi-fraksi di DPRD meminta Pemkab lebih serius mengurus program strategis big push khususnya sentra peternakan sapi di Wolo Kolo.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










