Selain itu, Fraksi PAN juga mengingatkan pihak-pihak yang terlibat di dalam proyek penyiapan lahan sentra peternakan sapi untuk tidak memanipulasi hutan Lamtoro di sekitar Wolo Kolo yang telah ada jauh sebelum tahun 2025.
Sementara tanggapan Bupati Anton Doni atas pemandangan Fraksi PAN, Selasa (22/9/2026), terkesan begitu datar,. Bupati Anton Doni bilang Pemerintah saat ini sedang melakukan evaluasi secara intens tanpa menjelaskan evaluasi dimaksud.
“Terhadap temuan fraksi dewan yang terhormat di lapangan terkait pakan, pagar dan infrastruktur pendukung lainnya akan menjadi perhatian serius pemerintah dan menjadi dari bagian dari evaluasi,” katanya.
Lahan Sentra Sapi Wolo Kolo Dikabarkan Terbakar
Kabar yang cukup mengejutkan sempat terungkap. Lokasi Sentra Peternakan Sapi di Wolo Kolo yang didalamnya telah ditanam hijau makanan ternak, jalan usaha tani, dan sarana pendukung lain sempat terbakar pada pekan kedua September 2026.
Berdasarkan penelusuran media ini, lahan yang terbakar persis dalam areal tanaman yang ditanam untuk pakan sapi ratusan ekor tersebut. Di dalamnya, ada lamtoro, rumput gajah, brasilia, dan tanaman pakan lainnya.

Namun hingga saat ini, tidak dilaporkan oleh dinas teknis terkait ke aparat penegak hukum. Pun belum ditelusuri lebih lanjut aparat penegak hukum (APH).
Fakta Lapangan yang Didapat
Sehari setelah ratusan sapi tiba di lokasi, Selasa (29/9/2026), para pejabat daerah, terdiri dari Wakil Bupati Ignasius Boli Uran, Ketua DPRD Albert Ola Sinuor dan Komisi 2 DPRD didampingi pula Auditor Irda Flores Timur, Camat Tanjung Bunga beserta staf, turun ke Sentra Peternakan di Wulo Kolo. Mereka ingin memastikan keberadaan sapi di maksud.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










