Sapi Masuk ‘Huntara’ Wolo Kolo–Apa Saja Fakta yang Didapat dan Harapan Komisi 2 DPRD Flores Timur? - FloresPos Net - Page 7

Sapi Masuk ‘Huntara’ Wolo Kolo–Apa Saja Fakta yang Didapat dan Harapan Komisi 2 DPRD Flores Timur?

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sapi di Sentra Peternakan Wolo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Gambar diambil pada Selasa (29/9/2026). Foto: Dok. Ketua Komisi 2 DPRD Flotim

Sapi di Sentra Peternakan Wolo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Gambar diambil pada Selasa (29/9/2026). Foto: Dok. Ketua Komisi 2 DPRD Flotim

Pakan dan air minum sapi di datangkan dari areal kurang lebih 2 kilometer di sekitar Wulo Kolo menggunakan satu unit mobil Pic up. Air di tampung dengan 36 jerigen ukuran 20 liter, dan diangkut sebanyak 8 kali sehari.

Lalu, di tampung pada tempat penampungan berukuran kurang lebih 2 x 1 meter pada blok penampungan sapi untuk minum sapi. “Selain itu, informasi didapat bahwa sapi-sapi tersebut tidak ditimbang sehingga tidak diketahui bobotnya,” kata Rut Wungubelen.

Harapan Komisi 2 DPRD

Berdasarkan fakta lapangan itu, masih Rut Wungubelen, Komisi 2 DPRD mengharapkan pemerintah sesegera mungkin memperbaiki blok kandang baik dari aspek kekuatan maupun dari aspek kerapatan kawat pagar, agar bisa meminimalisir sapi-sapi hilang akibat menerobos kandang.

Baca Juga :  Festival Mini Meko di Flores Timur, Kerja Gotong Royong Pemda, Pemprov dan Pempus

“Selain itu, urusan pakan dan air minum sapi juga harus menjadi langkah mitigasi serius,” katanya.

Pemerintah juga harap Rut Wungubelen, sesegera mungkin, tegas dan jelas mengambil sikap untuk menentukan berapa jumlah sapi yang harus di datangkan.

“Apakah tetap dengan 450 ekor sesuai hasil kesepakatan dengan pihak penyedia sebagaimana dijelaskan pemerintah pada forum Banggar DPRD atau perlu disesuaikan lagi berdasarkan fakta lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Memprihatinkan, Hampir Sebulan Masyarakat 12 Desa di Flores Timur Hirup Abu Vulkanik dan Belerang Erupsi Lewotobi

“Berdasarkan wawancara kami dengan para sopir yang mengantar sapi-sapi tersebut, 250 ekor sapi akan didatangkan lagi dari Kupang,” kata Rut Wungubelen mengakhiri pernyataannya

Ratusan sapi itu masih tetap berada di lokasi kawasan Wolo Kolo. Menghuni sementara (Huntara) saja. Seturut skema baru yang juga belum pasti, nantinya, 50 ekor akan menghuni tetap (huntap) di Sentra Wolo Kolo dan sisanya disebar ke kelompok masyarakat melalui skema Sub Sentra. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Peduli Gempa Flores, SR12 dan PT PAF Salurkan CSR Bagi Warga Terdampak
Puluhan Sopir Truk dan Pemilik Galian C di Sikka Datangi Kantor Bapenda Bahas Harga Material
Rumah Rusak Dampak Gempa Flores Bisa Dibangun Kembali Oleh Pemiliknya, Pemerintah Siapkan Dana
Kepala BNPB Paparkan Skema Pembangunan Rumah Rusak Berat Dampak Gempa Flores
Pemerintah Pagari Kawasan Sempadan Ndao untuk Penataan Taman Kota, Ini Respon Eks Pedagang
Kekuatan Wanita dan ‘Authentic Leadership’ (Membaca Kisah Fatima Zahra El Mansouri)
Wisata Flores, Menikmati Pesona Teratai di Danau Rana Tonjong
Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:49 WITA

Peduli Gempa Flores, SR12 dan PT PAF Salurkan CSR Bagi Warga Terdampak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:55 WITA

Sapi Masuk ‘Huntara’ Wolo Kolo–Apa Saja Fakta yang Didapat dan Harapan Komisi 2 DPRD Flores Timur?

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:43 WITA

Puluhan Sopir Truk dan Pemilik Galian C di Sikka Datangi Kantor Bapenda Bahas Harga Material

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Rumah Rusak Dampak Gempa Flores Bisa Dibangun Kembali Oleh Pemiliknya, Pemerintah Siapkan Dana

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Pemerintah Pagari Kawasan Sempadan Ndao untuk Penataan Taman Kota, Ini Respon Eks Pedagang

Berita Terbaru