Pemandangan umum Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) malah lebih menukik lagi. Soal ketersediaan pakan di lokasi sentra Wolo Kolo, Fraksi PAN melalui Silvianus Lega Ola yang didaulat membaca pemandangan mengingatkan pemerintah bahwa anggaran pakan, khususnya Hijauan Pakan Ternak (HMT), terdiri atas:
a. Bibit Bacharia, dengan anggaran Rp10.000.000,00 untuk 100 kg, ditanam di lahan seluas 19,14 ha.
b. Kingres (rumput gajah), dengan anggaran Rp100.000.000,00,
volume 100.000 anakan Kinggrass, ditanam di lahan seluas 9,60 ha.
c. Lamtoro Teramba, dengan anggaran Rp100.000.000,00, volume 20.000 anakan, ditanam di lahan seluas 10,26 ha.
d. Pagar hidup Reo, dengan anggaran Rp37.513.000,00, volume 37.513 batang.
e. Rumput Benggala, dengan anggaran Rp100.000.000,00, volume 200.000 stek, ditanam di lahan seluas 9,60 ha.

Fraksi PAN bilang faktanya, pagu anggaran untuk belanja HMT dan pagar hidup reo justru jauh panggang dari api. Bahkan berpotensi merugikan keuangan daerah dengan kategori total loss. Khusus HMT Lamtoro Teramba, sama sekali tidak terlihat pada areal sentra peternakan sapi.
“Fraksi PAN meminta Inspektorat Daerah melakukan audit dengan tujuan tertentu guna memastikan penggunaan anggaran persiapan lahan, khususnya penanaman HMT berbagai jenis dimaksud,” kata Silvianus Lewo Ola.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










