Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global - FloresPos Net - Page 3

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 06:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan demikian, pertobatan hati tidak hanya mengubah individu, tetapi juga menjadi jalan lurus menuju soliditas persaudaraan global yang lebih manusiawi, adil, dan berkeadaban.

Solidaritas Global dan Dialog dengan Kemiskinan

Bagi Kardinal Suharyo, pertobatan hati tidak boleh berhenti pada perubahan sikap pribadi, tetapi harus kasatmata dalam keberpihakan terhadap persoalan kemanusiaan.

Karena itu, Gereja Katolik mengajak setiap orang, terutama para pemegang kekuasaan dan pembuat kebijakan, untuk berdialog dengan realitas kemiskinan yang masih disebabkan oleh kesenjangan sosial dan ekonomi. “…harus bertobat karena kemiskinan disebabkan kesenjangan sosial, kesenjangan ekonomi” (Kompas, 24 Juli 2026).

Pertobatan sejati menuntut keberanian mengoreksi struktur dan kebijakan yang melahirkan ketidakadilan.

Baca Juga :  Ketika "Kartini" Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Buah lain dari pertobatan hati adalah tumbuhnya solidaritas. Solidaritas mendorong terbukanya akses yang lebih adil terhadap pendidikan, ekonomi, dan partisipasi politik, khususnya bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan.

Dengan demikian, persaudaraan tidak berhenti sebagai slogan moral, tetapi hadir sebagai komitmen nyata untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama.

Pertobatan hati mengandaikan perubahan cara manusia memperlakukan bumi. Kerusakan lingkungan yang lahir dari keserakahan menunjukkan krisis moral yang tidak kalah serius dibandingkan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Karena itu, merawat ciptaan merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab untuk membangun masa depan bersama.

Baca Juga :  Pilkada Serentak: Peluang atau Ancaman bagi Stabilitas Politik Lokal?

Asia Kaya, Indonesia Surganya Dialog Lintas Agama

Sidang Pleno XII FABC di Jakarta menegaskan bahwa pertobatan hati bukan sekadar agenda internal Gereja, melainkan jalan bersama untuk membangun dunia yang lebih manusiawi dan bersaudara.

Pertemuan para uskup se-Asia ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran strategis sebagai ruang perjumpaan lintas agama, budaya, dan kebangsaan, tempat dialog tidak hanya diwacanakan tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sekretaris Jenderal Sinode Para Uskup, Kardinal Mario Grech mengingatkan bahwa kekayaan terbesar Asia terletak pada kemampuannya merawat kehidupan bersama di tengah keragaman agama dan budaya.

Berita Terkait

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel
Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur
Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban
Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores
Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum
Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 06:33 WITA

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WITA

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:18 WITA

Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:41 WITA

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA