Oleh: Gerald Bibang
KENAPA engkau ngos-ngosan parah begini, what’s wrong with you
Gak ada yang salah; aku sudah lelah bertanya kesana kemari, di manakah puncak-puncak kehidupan; di Jakartakah, IKN kah atau sirekap pilpreskah?
Pertanyaanmu ngeres; Jakarta, IKN dan pilpres, memang-nya mereka puncak-puncak kehidupan?
Itu pertanyaanku, mengapa diulangi lagi
Iniku jawab ya: puncak-puncak kehidupan adalah keindahan
Bukan benda? uang? kuasa? Pangkat besar? Atau kekayaan?
Bukan, bukan!
Wah sangat abstrak!
Ohhh, jangan salah; yang abstrak itu justru yang paling konkrit
Ayo ayo waeeee Anda ini, okey-lah; kalau begitu, apa yang paling indah dalam kehidupan?
Cinta!
Hah, cinta?
Yah, cinta; yang terindah dalam kehidupan adalah jika engkau mengalami cinta
Kenapa cinta?
Krn cinta adalah kehidupan, bukan kematian, bukan peniadaan
Kalau kebencian dan pengkhianatan?
Oh, itu lawan dari keindahan; itu adalah pembunuhan kehidupan tanpa sembilu dan pedang
Apa syaratnya agar bisa meraih keindahan?
Engkau harus menjadi benar-benar seorang manusia
Hah, Anda waras?
Masih, masih waras!
Look, aku ini Anda kira siapa? manusiakan? Bukan asukan?
Benar! Engkau manusia tapi belum benar-benar manusia, maka belum menggapai puncak kehidupan
Aku belum manusia?
Yah, engkau belum benar-benar manusia; status dan tampangmu memang manusia; engkau manusia yang berada di tingkat satu; engkau seperti robot-robot kaku; engkau mengutamakan kenikmatan jasmaniah sebagai segala-galanya dalam hidupmu; habis makan, tidur, ngeseks, senang-senang, makan, kerja, berkuasa, tidur, bangun, makan, ngeseks, berputar-putar di lingkaran itu, dan itu semua engkau anggap puncak-puncak kehidupan
Apa ciri-ciri manusia tingkat satu itu
Mudah mencirikannya; mereka adalah robot dan benda-benda yang bergerak; prinsip mereka begini: etika untuk apa, cukuplah dibuang ke tempat sampah! kalau pasal-pasal dan hukum membenarkan meskipun engkau langgar etika berat, maka engkau dibenarkan dan tidak bersalah; sama seperti kalau engkau kentut dan menguap kental membaui seluruh ruangan, maka selama belum ada pasal yang membuktikan kentut itu ada dan ketika kentutmu itu tidak dapat dibuktikan, maka dinyatakan kentutmu tidak pernah ada, meskipun baunya nyengat seluruh ruangan; engkau dinyatakan sebagai manusia super sopan karena tidak terbukti buang kentut
Wah biadab betul itu namanya! Pantesan selama ini yang aku dapatkan ialah persaingan, kebencian, pengkhianatan, kebohongan serta tipu tapu atau bau-bau kentut sosial politik dan sejenisnya
Hahahaha, ini baru, suka dengan istilahmu: kentut sosial politik
Ya iyalah, bansos menjelang Piplres itu apa, kentutkan? Keputusan EmKa yang meloloskan ponakan sang paman Usman, itu kentut jugakan? Mobilisasi lurah, PNS, tentara dan polisi mengarahkan ke calon tertentu, itu kentutkan? Bau nyengatnya menyeruak keseluruh negeri, tapi dinyatakan mahkamah tidak terbukti dan tidak ada pasal-pasal membuktikan kentut itu, yah, semuanya dinyatakan sah lalu diketok palu, tok tok tok; asu gak itu, iyahkan?
Yah, yah, yah, so what’s next
Sudah, sudah! Aku mau menjadi benar-benar manusia sekarang; bagaimana acaranya
Jadilah manusia yang mencinta, yang memiliki kepekaan terhadap orang lain, yang menjadi pribadi welas asih dan peduli; dan jika sudah peka, engkau akan luwes, tepo seliro, maka engkau bisa menempatkan dirimu dengan keadaan di mana pun engkau berada; di situ-lah engkau layak disebut INSAN, yaitu MANUSIA yang mampu menyeimbangkan dua dimensi: lahir dan batin, raga dan jiwa, dunia dan akhirat, kemanusiaan dan ketuhanan; jadilah engkau yang tahu diri atau dengan istilah moderennya positioning awareness-mu, sangat tinggi; kesadaran itulah yang membentuk perilakumu dalam setiap keadaan
Ohhhh, paham, paham; intinya ialah cinta, benarkah demikian?
Benar, benar
Bagaimana jika sebaliknya
Tentu yang terjadi sebaliknya dari cinta; apa pun yang engkau lakukan adalah bentuk lain dan halus dari tindakan ‘mematikan’ dan ‘meniadakan’ orang lain; mungkin engkau jadi kaya raya dan berkuasa besar jadi presiden bertahun-tahun tetapi jika engkau memperolehnya tidak dengan cinta, misalnya dengan main curang dan korupsi, maka engkau sejatinya telah mematikan orang lain; intinya, kalau engkau kehilangan kepekaan terhadap keindahan, engkau tidak menemukan apa-apa di dunia; perutmu mungkin buncit dan kenyang karena makan enak, kepalamu bongsor karena besarnya kekuasaan dan kekayaan yang engkau punya, tetapi semuanya itu, percayalah, tampak gagah tapi sebenarnya keropos dari dalam
Di mana bisa didapatkan keindahan seperti itu
Yah, carilah sebisa-bisamu; temukanlah keindahan di dalam keadaan apapun yang engkau terima dari kehidupan; apa saja akan indah kalau engkau memang mencarinya
Dengan cara apa?
Ya tadi itu, mencinta dan mencinta; toh gak ada ruginya, gak ada salahnya; niatkan semuanya setiap pagi ketika matamu menyongsong fajar pagi
Misalnya?
Mulai dari hal kecil; siapa yang setia kepada perkara kecil akan diberikan kebahagiaan pada hal-hal besar; bisa juga dengan pertanyaan kepada dirimu sendiri misalnya: bisakah saya menumbuhkan kerendahan hati di balik kebanggaan-kebanggaan, kekuasaan besar dan kekayaan yang sudah dimiliki?
Masih tersediakah ruang di hati dan di akal saya untuk sesekali berkata pada diri sendiri, bahwa yang salah bukan hanya mereka, tapi diriku juga?
Apa hak saya hidup berlebihan sementara lebih banyak orang di sekitarku hidup susah, berkeringat banting tulang untuk sesuap nasi saja sangat susah, padahal saya dan mereka adalah anak-anak sah dari rahim bumi pertiwi Indonesia dan berhak hidup layak makan minum dari tanah bumi Indonesia?
Wah, kalimat-kalimat ini seperti sedang mengikuti rekoleksi prapaskah
Hahahahahaaaa….itu hanya contoh saja
Gak gampang dong menjadi benar-benar manusia
Apa yang sulit? Semua potensi itu sudah ditaruh kedalam diri setiap manusia; tinggal mau menggunakannya atau tidak; menurut bahasa agama, semua kemampuan itu sudah dianugerahkan Allah kepadamu
Oh iyahya
Okey-lah, selamat menuju puncak-puncak kehidupan, selamat menikmati keindahan! ingat, hidup ini einmalig!
Apa itu einmalig!
Artinya, satu kali, tak terulang lagi; seperti anak sungai mengalir hilir tanpa arah kembali
Wah, yang terakhir itu indah: mengalir hilir tanpa arah kembali.
GNB (gnb:tmn aries: jkt: penghujung april 2024)










