Oleh: Karolus Banda Larantukan
“Hidup yang tidak direfleksikan tidak pantas untuk dihidupi”. Kata-kata ini mengisyaratkan bahwa kehidupan yang bermakna adalah kehidupan yang terus diberi makna, yakni direfleksikan.
Refleksi adalah sikap kontemplatif yang menautkan kepekaan rasio dan iman. Artinya bahwa refleksi tidak saja renungan tanpa pijakan rasionalitas, melainkan kemampuan intelektual untuk memberi arti pada setiap peristiwa kehidupan yang dialami.
Refleksi pun mengindikasikan daya mengingat masa lampau dan diberi makna pada kehidupan kini serentak memberi dasar untuk menata harapan dan cita-cita.
Demikianlah dasar Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) merayakan Dies Natalis ke-XVI tahun 2025 ini. Dies Natalis ke-XVI IKTL tahun 2025 mengusung tema: “Jejak Langkah IKTL. Menuju Generasi Emas 2045 Berbasis Budaya Lokal”.
IKTL sebagai institusi pendidikan yang berdedikasi pada pengembangan sumber daya manusia di bidang keguruan dan teknologi, tentu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah kabupaten Flores Timur dan sekitarnya.
Berbasis budaya lokal, jejak langkah IKTL mengambil peran sebagai lembaga pendidikan guna melahirkan generasi yang berkualitas di tahun 2045.
IKTL sebagai salah satu misi Kongregasi Gerejani yakni Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ) di dunia pendidikan menjadi langkah besar pagi pembangunan manusia Indonesia dan Flores Timur khususnya.
Dunia pendidikan sebagai salah satu misi Gereja khususnya di tanah Flores mengambil peran yang krusial guna pembangunan sumber daya manusia.
Kita tentunya mesti berterimakasih kepada Gereja yang dalam pelayanan imannya mengedepankan dunia pendidikan sebagai basis utama untuk kemanusiaan.
Pendidikan yang berkarakter adalah pendidikan yang mengedepankan nilai disamping ilmu pengetahuan dan teknologi.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










