Sopan-santun antarsesama di kampung halaman kini hanya cerita lelucon seperti dongeng bagi anak-anak. Maraknya kepemilikan handphone android oleh anak-anak seakan menjadi legitimasi kemajuan manusia modern meski tanpa hati nurani.
Alam tidak lagi menjadi sahabat seperjalanan perziarahan di dunia, tetapi dengan dalil alam dan segala isinya diatur oleh negara demi kesejahteraan umum kini menjadi lahan eksploitasi tanpa hati.
Semoga berdirinya berbagai lembaga pendidikan di tanah Flores menjadi legitimasi positif dalam pembangunan manusia Flores.
Kita mesti bergandengan tangan baik Gereja, Lembaga Adat pun Pemerintah untuk satu tujuan yakni kesejahteraan umum dan kehidupan yang lebih bermartabat dan bernilai. Semoga!!! *
Penulis adalah Staf Pengajar Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Editor : Wentho Eliando










