ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoada dan Badan Pusat Statistik (BPS) Ende
memaparkan hasil Kajian Dampak Ekonomi Turnamen Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Ende 2025.
Dalam sesi konferensi pers di Aula Garuda Kantor Bupati Ende, Senin (22/12/2025) Bupati Ende mengatakan event ETMC memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan untuk masyarakat dan pemerintah di daerah ini.
Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ende bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende, total aktivitas ekonomi selama pelaksanaan turnamen diperkirakan mencapai Rp18,40 miliar.
Sementara itu, melalui analisis Tabel Input-Output Provinsi NTT, ETMC Ende 2025 menghasilkan efek multiplier terhadap output ekonomi sebesar Rp25,78 miliar.
Bupati Ende menyampaikan bahwa ETMC Ende 2025 tidak hanya sukses dari sisi olahraga, tetapi juga dari aspek partisipasi masyarakat.
Selama turnamen berlangsung, tayangan live streaming ETMC Ende 2025 di YouTube ditonton hingga 16 juta views, dengan puncak penayangan pada 2–3 Desember 2025 yang mencapai 1,9 juta views.
Kontribusi penayangan live streaming terbesar berasal dari Tiwu Telu Media (33 persen), diikuti Bidora Channel (25 persen), Millenial Spirit (16 persen), Tribun Flores (12 persen), dan media lainnya sebesar 14 persen.
Jumlah penonton langsung di Stadion Marilonga tercatat mencapai 96,5 ribu orang. Total penerimaan tiket sebesar Rp2,065 miliar, dengan rincian tiket ekonomi terjual Rp1,7 miliar dan tiket VIP sebesar Rp358 juta. Jumlah penonton terbanyak terjadi pada 15 November 2025, yakni mencapai 10,3 ribu orang.
“Hasil survei menunjukkan bahwa penonton ETMC Ende 2025 didominasi oleh kelompok usia produktif. Kelompok umur 26–35 tahun menjadi yang terbesar dengan persentase 35,00 persen, disusul usia 36–45 tahun sebesar 30,63 persen.”
Tingkat kepuasan penonton juga tergolong tinggi, dengan 53,14 persen menyatakan sangat puas dan 27,36 persen menyatakan puas terhadap penyelenggaraan ETMC Ende 2025,” pungkasnya.
Bupati Ende menegaskan bahwa ETMC Ende 2025 memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebanyak 82,81 persen penonton menilai ETMC memberikan manfaat nyata bagi UMKM, sementara 71,25 persen menyebutkan adanya peningkatan perputaran uang di daerah.
Pelaku usaha yang terlibat didominasi oleh pedagang asongan (56,82 persen) dan UMKM (43,18 persen). Sebanyak 87,50 persen UMKM mengalami peningkatan omzet selama turnamen berlangsung. Tingkat kepuasan pelaku UMKM juga tinggi, dengan 53,57 persen sangat puas dan 37,50 persen puas.
“Selain itu, sekitar 36,88 persen responden menilai ETMC berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, serta 35,94 persen menyatakan kegiatan ini mendukung sektor pariwisata,” tuturnya.
Sementara itu Kepala BPS Kabupaten Ende, Made Suntara menjelaskan bahwa efek multiplier terbesar dari ETMC Ende 2025 terdistribusi pada lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, dengan nilai mencapai Rp6,28 miliar.
“Selain itu, dampak pengganda terhadap Nilai Tambah Bruto (NTB) Provinsi NTT tercatat sebesar Rp13,93 miliar, sedangkan efek multiplier terhadap kompensasi tenaga kerja mencapai Rp5,47 miliar,” paparnya.
Dia menjelaskan Kajian dampak ekonomi ETMC Ende 2025 dilakukan melalui berbagai metode statistik dan pengumpulan data primer maupun sekunder.
Survei mencakup modul live streaming, tiket dan parkir, penonton, UMKM, pedagang asongan, atlet dan ofisial, OPD, sponsor, hingga analisis sentimen publik di media sosial.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










