Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global - FloresPos Net - Page 4

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 06:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari pengalaman hidup berdampingan itu, Gereja belajar bahwa masa depan tidak dibangun terutama melalui dokumen dan rumusan, melainkan melalui pertobatan yang melahirkan perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak.

Persaudaraan sejati hanya dapat tumbuh dari hati yang terbuka untuk mendengarkan, menghargai, dan berjalan bersama (bdk. Kompas, 24 Juli 2026).

Dalam semangat yang sama, Kardinal Pablo Virgilio David melihat Pancasila sebagai contoh konkret bagaimana perbedaan tidak harus berujung pada perpecahan.

Baca Juga :  Menimbang Etika Politik Pilkades

Di atas fondasi martabat manusia yang sama, setiap orang dipanggil untuk melihat sesamanya sebagai saudara tanpa memandang etnis, ras, agama, ataupun latar belakang sosial.

Persaudaraan yang demikian tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk menerima keragaman sebagai anugerah.

Pada akhirnya, pesan Sidang Pleno XII FABC bermuara pada satu keyakinan mendasar: dunia yang semakin terpolarisasi tidak terutama membutuhkan lebih banyak slogan, melainkan lebih banyak hati yang bertobat.

Baca Juga :  Abnormalitas yang Dinormalisasi

Dari pertobatan hati lahir penghormatan terhadap martabat manusia, keberpihakan kepada kaum miskin, solidaritas terhadap yang tersisih, kepedulian terhadap bumi, dan kesanggupan untuk membangun dialog di tengah perbedaan.

Ketika nilai-nilai itu dihidupi bersama, persaudaraan tidak lagi menjadi cita-cita yang jauh, melainkan kenyataan yang mengikat umat manusia dalam satu keluarga besar dunia. Itulah makna terdalam pertobatan hati untuk soliditas persaudaraan global. *

Penulis adalah Dosen IFTK Ledalero, Maumere, NTT

Berita Terkait

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel
Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur
Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban
Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores
Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum
Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 06:33 WITA

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WITA

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:18 WITA

Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:41 WITA

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA