Menurut Devadass, melalui proses berjalan bersama, Gereja didorong menjadi jembatan yang mempersatukan berbagai agama, budaya, dan komunitas di tengah dunia yang kian terpolarisasi.
Dengan demikian, sinodalitas tidak hanya menjadi metode pastoral, tetapi juga jalan pertobatan kolektif yang memperkokoh soliditas persaudaraan global.
”Bagaimana Gereja di Asia lebih menjadi persekutuan, membangun jembatan dengan berbagai agama, budaya, dan komunitas di tengah dunia yang terpolarisasi…merefleksikan bagaimana jalan agar semakin menjadi lebih sinodal di Asia” (Kompas, 24 Juli 2026).
Menjunjung Tinggi Martabat Manusia
Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo menegaskan bahwa pertobatan yang menjadi tema Sidang Pleno XII FABC bukan hanya relevan bagi Gereja Katolik di Asia, tetapi juga merupakan panggilan moral bagi setiap pemimpin dan pembuat kebijakan.
Dalam konteks Asia, salah satu buah nyata dari pertobatan hati adalah keberanian untuk menjunjung tinggi martabat manusia, terutama di tengah kenyataan bahwa penghormatan terhadap nilai kemanusiaan masih sering terabaikan. “Pertobatan itu, … semisal dalam hal menjunjung tinggi martabat manusia karena di banyak tempat di Asia, martabat manusia belum banyak dihormati” (Kompas, 24 Juli 2026).
Dalam ajaran Gereja Katolik, martabat manusia berakar pada keyakinan bahwa setiap orang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (imago Dei). Karena itu, setiap pribadi memiliki nilai luhur yang tidak ditentukan oleh status sosial, agama, etnis, kekayaan, ataupun kekuasaan.
Pertobatan hati menuntut perubahan cara pandang terhadap sesama: dari melihat manusia sebagai instrumen politik menuju pengakuan bahwa setiap orang adalah pribadi yang harus dihormati dan dilindungi.
Ketika martabat manusia dihormati, maka diskriminasi, kekerasan, eksploitasi, dan berbagai bentuk dehumanisasi, mestinya menyerah kalah di depan benteng moral yang kokoh.
Sebaliknya, penghormatan terhadap kehidupan, kebebasan hati nurani, keadilan, dan kesejahteraan bersama menjadi “batu karang” bagi terciptanya persaudaraan yang melampaui batas agama, budaya, bangsa, dan kepentingan politik.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










