Revitalisasi Bahasa di Era Modern: Kamus Bahasa Daerah Mbay Menjadi Cermin Melawan Lupa - FloresPos Net

Revitalisasi Bahasa di Era Modern: Kamus Bahasa Daerah Mbay Menjadi Cermin Melawan Lupa

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Polikarpus Nuga

DI ERA perkembangan teknologi sekarang ini, membuat segelintir orang harus menyesuaikan diri dengan zaman. Alhasil tidak banyak dari masyarakat zaman sekarang lupa akan identitas mereka yang sebenarnya.

Banyak generasi muda sekarang kehilangan ingatan akan makna dari setiap budaya mereka sendiri, mulai dari makna dari ritual yang dilakukan dalam budaya dan juga bahasa yang digunakan dalam melakukan ritual. Untuk tidak melihat hal itu terjadi dalam generasi zaman sekarang, perlu adanya tindakan yang dinamakan dengan revitalisasi.

Langkah pemerintah kabupaten Nagekeo melalui Dinas pendidikan dan kebudayaan dalam upaya ini adalah melakukan pengadaan kamus bahasa Mbay karya Muh. Amin Daeng Matiro.

Beliau adalah seorang tokoh pendidik, peneliti, dan bahasawan yang memiliki kontribusi besar dalam pelestarian bahasa-bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia dikenal luas karena dedikasinya menyusun kamus-kamus bahasa daerah yang sebelumnya yang merupakan hanya ungkapan tradisi lisan.

Baca Juga :  Tradisi Bakar Lilin dan Pesan Natal untuk Masyarakat

Salah satunya adalah kamus bahasa daerah Mbay. Semuanya ini bukan sekedar urusan administratif dokumentasi kata, atau sebagai buku untuk catatan sejarah agar bisa di simpan dalam museum daerah.

Dari kamus yang diterbitkan oleh Deepublish itu kita dapat melihat secara umum bahwa bahasa Mbay merupakan identitas asli masyarakat di dataran Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Bahasa Mbay merupakan identitas asli masyarakat di daerah Mbay itu sendiri. Bahasa ini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan penyimpanan memori kolektif tentang sistem adat, pertanian (irigasi tradisional), dan filosofi hidup masyarakat setempat.

Baca Juga :  Goodbye Roma Welcome Sikka Bangkit

Secara linguistik, bahasa Mbay sering dikategorikan dalam kelompok bahasa central Flores, mengingat arus modernisasi, keberadaan kamus ini menjadi benteng pertahanan terakhir agar kosakata asli tidak tergeser oleh bahasa Indonesia atau bahasa gaul.

Kehadiran kamus bahasa Mbay bukan sekadar urusan mendokumentasikan deretan kata di atas kertas sebanyak 55 halaman. Di balik ringkasan buku tersebut, terkandung upaya penyelamatan identitas masyarakat Mbay yang mulai terkikis zaman.

Di tengah gempuran globalisasi, kamus ini menjadi jembatan bagi generasi muda Mbay untuk tetap berpijak pada akar budayanya, membuktikan bahwa bahasa daerah adalah rumah bagi kearifan lokal yang tak tergantikan.

Berita Terkait

Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat
Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh
Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama
Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut
Penataan Ruang dan Hak Asasi (Catatan atas Kisah Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende)
Perpecahan Sosial sebagai Realitas Struktural
Ketika Sekolah Hanya Menjadi Nama (Seruan Darurat untuk Menguatkan Partisipasi Semesta dan Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua)
Indonesia yang Sibuk, Tapi Kehilangan Kepedulian
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:43 WITA

Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:38 WITA

Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:48 WITA

Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:38 WITA

Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:14 WITA

Penataan Ruang dan Hak Asasi (Catatan atas Kisah Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA