Revitalisasi Bahasa di Era Modern: Kamus Bahasa Daerah Mbay Menjadi Cermin Melawan Lupa - FloresPos Net - Page 3

Revitalisasi Bahasa di Era Modern: Kamus Bahasa Daerah Mbay Menjadi Cermin Melawan Lupa

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jika kita mengganti istilah lokal dengan istilah asing demi terlihat modern dan tren, kita justru sedang melakukan penghapusan sejarah secara sukarela.

Di era modern sekarang ini, sebuah kamus fisik sering kali kita temukan hanya di rak buku. Agar bahasa Mbay benar melawan lupa, maka kamus bahasa Mbay tidak berhenti dalam bentuk cetak, tetapi diadaptasi menjadi aplikasi ponsel atau fitur keyboard bahasa Mbay, hal ini dikarenakan generasi sekarang lebih banyak berinteraksi dengan layar daripada kertas.

Selain itu perlunya peran pemerintah dalam lembaga sekolah untuk mendukung revitalisasi bahasa daerah. Tanpa mengesampingkan aturan kurikulum yang berlaku. Namun revitalisasi bahasa sering kali gagal jika di rumah orang tua malu berbicara bahasa daerah dengan anaknya.

Akibatnya generasi muda mulai lupa berkomunikasi menggunakan bahasa daerah, dan mereka malu berbahasa daerah karena takut di buli atau di ejek oleh teman-teman yang berasal dari daerah perkotaan. Padahal kalau kita berpikir secara baik dan terbuka, kita tidak perlu merasa bahwa menjadi modern berarti harus melepaskan atribut budaya sendiri.

Baca Juga :  Mengungkap Luka Bumi Lewat “Air Mata Debu“

Semua anggapan yang keliru yang mengatakan bahwa bahasa daerah itu kampungan atau ketinggalan zaman harus kita menerimanya dengan baik. Bahasa daerah adalah salah satu struktur berpikir. Saat kita kehilangan satu cara unik untuk memandang dunia yang tidak dimiliki oleh orang lain. Fenomena ini adalah alarm keras bagi generasi muda.

Tidak sadar kita sedang menukar kekayaan jati diri yang asli dengan seragam identitas global yang seram dan dangkal. Menjadi modern seharusnya tidak berarti menjadi asing bagi tanah kelahiran sendiri. Bangga pada bahasa daerah bukan berarti menolak kemajuan, tetapi justru menunjukkan bahwa kita memiliki akar untuk tumbuh setinggi apa pun.

Baca Juga :  Membangun Politik Sehat Menyambut Pikada 2024-2029

Kamus bahasa Mbay bukan sekedar surat wasiat dari masa lalu untuk masa depan. Ini adalah kompas aktif sebagai bukti bahwa modernitas tidak harus membuat sebuah transformasi yang sangat jauh.

Dengan memegang kamus bahasa daerah Mbay di satu tangan dan teknologi di tangan yang lain, masyarakat Mbay sedang menunjukkan cara menjadi warga dunia yang bangga akan asal-usulnya.

Pelestarian bahasa bukan tentang menutup diri, melainkan tentang memiliki rumah yang kokoh sebelum kita melangkah sejauh mungkin ke panggung dunia.

Bangga pada bahasa daerah bukanlah sikap anti kemajuan. Justru kefasihan multibahasa (daerah, nasional, internasional) adalah salah satu bukti kecerdasan yang nyata dan mampu untuk kita ungkapkan. *

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang

Berita Terkait

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP
Bencana, Apakah Membawa Berkah?
Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi
Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat
Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana
‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

Senin, 7 September 2026 - 08:03 WITA

Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:41 WITA

Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP

Rabu, 2 September 2026 - 19:43 WITA

Bencana, Apakah Membawa Berkah?

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jumlah Korban Jiwa Gempa Flores Capai 135 Orang

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:23 WITA