Mencari Direktur PDAM Kota Kupang

- Jurnalis

Jumat, 26 September 2025 - 20:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mungkin kuantitas air yang didistribusikan belum melampaui standar minimum sehingga konsumsi air rata-rata pada tahun 2024 yang mencapai 14,8 liter per sambungan per hari masih terbilang rendah dari standar 60 liter per hari.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 500.000 maka jika 1 kepala keluarga (KK) terdapat 5 orang maka seharusnya ada lebih dari 100 ribu sambungan rumah (SR).

Total debit air yang bisa dieksploitasi dari semua sumber air baku tersebut adalah 671,6 L/D. Kebutuhan air bersih Kota Kupang per tahun sebesar 25. 637.472 M3/detik.

Sementara kebutuhan debit air yang terproduksi hanya 812.96 L/D. Jika sumber air Pemkot Kupang mampu produksi air sebesar 246,39 L/D, BLUD SPAM 75 L/D dan PDAM Kabupaten Kupang sebesar 230 L/D maka total debit terproduksi baru mencapai 551.39 L/D.

Masih ada selisih kebutuhan sebesar 261 L/D. Total debit yang masih memungkinkan untuk dieksplotasi adalah 469 l/d yang terdiri dari 10.5 l/d (gua unkris), 15 l/d (Air sagu), 19 l/d (spam Kali Dendeng), 75 l/d (Bendungan Tilong yang saat ini belum ada kerjasama dengan PDAM Kota Kupang) dan 350 l/d (rencana bendungan manikin pada tahun 2029). Artinya jika semua potensi ini dimanfaatkan secara maksimal maka akan ada kelebihan sekitar 208,5 l/d.

Baca Juga :  𝗝𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀: 𝗙𝗼𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮

Namun karena bendungan manikin belum terealisasi dalam waktu dekat maka akan ada kekurangan debit sebesar 141,5 l/d. Dari data ini, dapat dipastikan bahwa siapapun direktur PDAM Kota Kupang yang dipilih walikota, distribusi air bersih masih akan tersendat bila permasalahan sumber air baku belum bisa teratasi.

Karena itu publik belum bisa menaruh harapan yang tinggi ke pundak direktur PDAM seorang diri. Perlu kolaborasi semua pihak untuk membantu Pemkot keluar dari masalah air bersih.

Baca Juga :  Dari Aspirasi ke Aksi: Suara Rakyat dalam Pilkada

Mungkin yang perlu juga menjadi atensi direktur baru adalah perluasan jaringan distribusi, penambahan jaringan sambungan rumah, penambahan reservoir produksi dan distribusi, serta penertiban pipa bocor.

Beberapa Permasalahan

Sebagai orang yang sehari-hari berkecimpung sebagai pengawas pelayanan publik, saya kerap berkunjung dan berdiskusi dengan manajemen PDAM Kota Kupang, PDAM Kabupaten Kupang maupun BLUD SPAM Pemprov NTT. Selain berkunjung, saya juga beberapa kali diundang berdiskusi bersama untuk mendalami permasalahan air bersih di Kota kupang.

Dari berbagai diskusi tersebut saya menyimpulkan bahwa ada dua permasalahan utama pengelolaan air bersih di Kota Kupang yaitu pertama; permasalahan teknis berupa ketersediaan air yang terbatas, kualitas air yang harus dijaga, sistem jaringan dan tata kelola yang perlu dibenahi serta tingginya tingkat kebocoran air.

Berita Terkait

𝗝𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀: 𝗙𝗼𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮
Pers, Pelita Abadi dan Wahyu Keindahan
Belajar dari Kasus Bundir Anak di Ngada: Masalah dan Solusi
Membaca Radikalisme di Tengah Ketimpangan Pendidikan
Ritel Modern, Meja Kasir dan Kerukan Recehan (Perspektif Manajemen SDM)
Di Atas Papan Hitam Putih: Memaknai Kehidupan melalui Filosofi Catur
Praktik Labeling di Ruang Kelas dan Derita Identitas
Api di Dapur Rakyat, SDM Otoritas dan Kemandirian Bangsa
Berita ini 1,069 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 13:12 WITA

𝗝𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀: 𝗙𝗼𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮

Senin, 9 Februari 2026 - 08:23 WITA

Pers, Pelita Abadi dan Wahyu Keindahan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:32 WITA

Belajar dari Kasus Bundir Anak di Ngada: Masalah dan Solusi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:47 WITA

Membaca Radikalisme di Tengah Ketimpangan Pendidikan

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:49 WITA

Ritel Modern, Meja Kasir dan Kerukan Recehan (Perspektif Manajemen SDM)

Berita Terbaru

Wartawan Manggarai Barat bagikan Semabko.

Nusa Bunga

HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga

Senin, 9 Feb 2026 - 11:08 WITA

Opini

Pers, Pelita Abadi dan Wahyu Keindahan

Senin, 9 Feb 2026 - 08:23 WITA