Mungkin kuantitas air yang didistribusikan belum melampaui standar minimum sehingga konsumsi air rata-rata pada tahun 2024 yang mencapai 14,8 liter per sambungan per hari masih terbilang rendah dari standar 60 liter per hari.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 500.000 maka jika 1 kepala keluarga (KK) terdapat 5 orang maka seharusnya ada lebih dari 100 ribu sambungan rumah (SR).
Total debit air yang bisa dieksploitasi dari semua sumber air baku tersebut adalah 671,6 L/D. Kebutuhan air bersih Kota Kupang per tahun sebesar 25. 637.472 M3/detik.
Sementara kebutuhan debit air yang terproduksi hanya 812.96 L/D. Jika sumber air Pemkot Kupang mampu produksi air sebesar 246,39 L/D, BLUD SPAM 75 L/D dan PDAM Kabupaten Kupang sebesar 230 L/D maka total debit terproduksi baru mencapai 551.39 L/D.
Masih ada selisih kebutuhan sebesar 261 L/D. Total debit yang masih memungkinkan untuk dieksplotasi adalah 469 l/d yang terdiri dari 10.5 l/d (gua unkris), 15 l/d (Air sagu), 19 l/d (spam Kali Dendeng), 75 l/d (Bendungan Tilong yang saat ini belum ada kerjasama dengan PDAM Kota Kupang) dan 350 l/d (rencana bendungan manikin pada tahun 2029). Artinya jika semua potensi ini dimanfaatkan secara maksimal maka akan ada kelebihan sekitar 208,5 l/d.
Namun karena bendungan manikin belum terealisasi dalam waktu dekat maka akan ada kekurangan debit sebesar 141,5 l/d. Dari data ini, dapat dipastikan bahwa siapapun direktur PDAM Kota Kupang yang dipilih walikota, distribusi air bersih masih akan tersendat bila permasalahan sumber air baku belum bisa teratasi.
Karena itu publik belum bisa menaruh harapan yang tinggi ke pundak direktur PDAM seorang diri. Perlu kolaborasi semua pihak untuk membantu Pemkot keluar dari masalah air bersih.
Mungkin yang perlu juga menjadi atensi direktur baru adalah perluasan jaringan distribusi, penambahan jaringan sambungan rumah, penambahan reservoir produksi dan distribusi, serta penertiban pipa bocor.
Beberapa Permasalahan
Sebagai orang yang sehari-hari berkecimpung sebagai pengawas pelayanan publik, saya kerap berkunjung dan berdiskusi dengan manajemen PDAM Kota Kupang, PDAM Kabupaten Kupang maupun BLUD SPAM Pemprov NTT. Selain berkunjung, saya juga beberapa kali diundang berdiskusi bersama untuk mendalami permasalahan air bersih di Kota kupang.
Dari berbagai diskusi tersebut saya menyimpulkan bahwa ada dua permasalahan utama pengelolaan air bersih di Kota Kupang yaitu pertama; permasalahan teknis berupa ketersediaan air yang terbatas, kualitas air yang harus dijaga, sistem jaringan dan tata kelola yang perlu dibenahi serta tingginya tingkat kebocoran air.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










