Oleh: Darius Beda Daton
BEBERAPA minggu terakhir ini, Pemerintah Kota Kupang gencar mencari siapa gerangan sosok yang mampu menjadi direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang.
Sejumlah nama sudah melamar, mulai dari mantan direktur PDAM, eks politisi dan pemerhati masalah air bersih juga ikut melamar. Selanjutnya tim panitia seleksi akan memilih tiga calon untuk diusulkan ke Walikota Kupang agar dipilih satu nama menjadi direktur.
Siapapun direktur PDAM yang dipilih walikota, tugasnya akan berat. Sebab dari tahun ke tahun masalah air bersih di Kota Kupang hanya berkutat pada soal keterbatasan sumber air baku, utamanya pada pada musim puncak panas.
Semua debit air pada sumber-sumber air baku yang selama ini digunakan PDAM akan berkurang drastis sehingga distribusi air bersih akan tersendat dan bahkan berhenti total di beberapa wilayah kota.
Karena itu hemat saya, siapapun direkturnya dan dengan kemampuan teknis dan managerial paling top sekalipun tidak mudah mengatasi permasalahan keterbatasan air baku kecuali jika ada opsi penambahan sumber air baku yang lebih memadai.
Kondisi Pelayanan Air Bersih saat ini
Ada baiknya para calon direktur menyimak kondisi pelayanan air bersih Kota Kupang berdasarkan basis data berikut ini. Sumber air baku yang digunakan PDAM Kota Kupang saat ini adalah sumur bor dan air permukaan.
Sedangkan air curah BLUD SPAM dari bendungan tilong saat ini belum digunakan karena belum ada kerja sama. Kapasitas produksi dari semua sumber air ini adalah sebesar 146,6 Liter/Detik (L/D) atau maksimal 11.728 sambungan rumah (SR).
Data tahun lalu, jumlah pelanggan PDAM Kota Kupang berjumlah 12.521 SR namun yang aktif kurang lebih sebanyak 10.124 SR. Cakupan layanan PDAM kota berdasarkan audit kinerja BPKP beberapa tahun lalu masih berkisar 9,92%.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, standar pemakaian air per orang adalah 60 liter per hari. Jika dikonversikan untuk satu rumah tangga dengan asumsi satu bulan pemakaian berkisar antara 10 hingga 15 kubik setara 15.000 liter.
Sementara pemakaian air di PDAM Kota Kupang pada tahun 2024 menunjukkan rata-rata konsumsi per sambungan rumah tangga mencapai 14,8 liter per sambungan per hari.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










