Paradoks Pembangunan Pesisir: Menakar Kesiapan Substantif Kampung Nelayan Merah Putih di Bumi Nian Sikka - FloresPos Net

Paradoks Pembangunan Pesisir: Menakar Kesiapan Substantif Kampung Nelayan Merah Putih di Bumi Nian Sikka

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Yohanes DBR Minggo

PEMBANGUNAN sektor kelautan dan perikanan di Indonesia saat ini tengah berada pada momentum historis yang sangat krusial.

Di bawah payung besar visi Indonesia Emas 2045 dan arahan strategis agenda Asta Cita, kebijakan nasional secara tegas menekankan pada penguatan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, kedaulatan energi, dan optimalisasi ekonomi biru.

Salah satu manifestasi paling konkret dari kebijakan ini yaitu peluncuran Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengubah wajah kawasan pesisir dari kantong kemiskinan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang modern dan mandiri.

Namun, di balik kemegahan konsep tersebut, implementasi KNMP di tingkat lokal, khususnya di Kabupaten Sikka, mulai menyingkap tabir paradoks kebijakan yang sangat mendasar.

Baca Juga :  Martabat yang Tak Boleh Tersakiti dan Ikhtiar Kolektif untuk Merawatnya (sebuah memoar untuk Prada Lucky Chepril Saputra Namo)

Secara konseptual, KNMP dirancang sebagai instrumen selektif yang mensyaratkan tingkat kesiapan dan kapasitas daerah yang sangat tinggi.

Di sinilah letak ironi utamanya, daerah daerah yang secara geografis dan ekonomi paling membutuhkan intervensi justru berada dalam posisi yang paling rentan tertinggal karena tidak mampu memenuhi berbagai persyaratan teknis dan administratif yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Fenomena ini mencerminkan adanya patologi birokrasi, di mana keterbatasan kapasitas dan disfungsi tata kelola pada birokrasi lokal justru menjadi penghambat bagi akses terhadap program bantuan.

Baca Juga :  Mencari Direktur PDAM Kota Kupang

Berkaitan dengan konteks Kabupaten Sikka, peran Dinas Perikanan menjadi sangat krusial. Dinas tersebut tidak boleh hanya memposisikan dirinya sebagai pelaksana administratif atau sekadar kurir pengirim dokumen usulan ke Jakarta.

Lebih dari itu, Dinas Perikanan adalah aktor kunci yang harus menjamin terbangunnya kesiapan yang bersifat substantif sebuah kesiapan yang tidak hanya terlihat indah dalam laporan presentasi, tetapi kokoh dalam realitas lapangan.

Salah satu indikator utama dari kesiapan substantif tersebut adalah validitas dan akurasi data nelayan sebagai basis penentuan sasaran program.

Berita Terkait

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata
Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan
Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)
Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Berita ini 233 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:19 WITA

Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 13:14 WITA

Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan

Kamis, 17 September 2026 - 11:28 WITA

Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Selasa, 15 September 2026 - 12:44 WITA

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:05 WITA