Tolak Geothermal, Lawan Kebohongan (Catatan Sekenanya atas Laporan Tim Satgas Geothermal Flores-Lembata) - FloresPos Net - Page 2

Tolak Geothermal, Lawan Kebohongan (Catatan Sekenanya atas Laporan Tim Satgas Geothermal Flores-Lembata)

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 09:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Kita patut menduga Tim Satgas hanya menginventarisasi argumen penolakan kelompok kritis (Gereja, aktivis) dan rakyat pemilih kedaulatan atas tanah agar mereduksinya menjadi sebuah lapangan kerja baru bagi Satgas.

Laporan Satgas bahwa mayoritas rakyat mendukung geothermal itu omong kosong besar. Rakyat menolak geothermal itu harga mati. Tidak bisa dikalkulasi seenaknya oleh Satgas dalam laporan dengan sebutan “mayoritas dan minoritas.”

Ketika sebuah program pembangunan ditolak warga seorang pun, pembangunan itu mesti dihentikan, bukan dikalkulasi atas nama “mayoritas dan minoritas.” Hidup seorang warga pun mesti dimuliakan.

Satgas yang diisi para akademisi memberi generalisasi prematur tapi pasti professional di mata kekuasaan. Rakyat di lokasi proyek sudah menolak sejak awal. Di Watuwawer dan Waiwejak, Atadei, Lembata, mayoritas rakyat menolak karena PLN merekayasa banyak fakta.

Baca Juga :  Pastor Paroki Kombandaru Bersama Umat dan OMK Deklarasi Tolak Proyek Geothermal di Lokasi Panas Bumi

Di Waiwejak, PLN gembar-gembor sana-sini bahwa rakyat menerima geothermal tapi ketika diselidiki lebih jauh ternyata orang asal Waiwejak yang lama hidup dari uap panas bumi di Bandung dan aparat ASN asal Wawejak yang bersekutu membohongi rakyat dengan informasi yang sepihak.

Geothermal itu seperti “surga” yang keluar dari mulut PLN dan antek-anteknya. Banyak fakta di Lembata: PLN lebih banyak berbohong ketimbang berkata jujur dengan realitas penolakan warga.

Geothermal dan tambang memang lubang yang sedang digali oleh PLN dan antek-anteknya, termasuk Tim Satgas, untuk berbohong kepada semesta.

Baca Juga :  Pemimpin “Berhati” Rakyat (Kepada Bupati Tote Badeoda dan Wabup Domi Mere)

Fakta lain yang ditemukan di Ende, Mataloko, Poco Leok dan Lembata adalah akses warga yang menolak geothermal sangat dibatasi oleh Tim Satgas.

Kelakuan yang sama dilakukan oleh PLN di seluruh Flores dan Lembata. Rakyat dipecah-belah dengan politik “devide et impera” zaman kolonial antara menerima dan menolak. Obat penenang: uang dan proyek-proyek CSR “dadakan.” Kalau PLN tidak incar proyek geothermal, tidak mungkin ada proyek “dadakan.”

Rakyat di mata PLN sama dengan anak PAUD yang ditutup mulutnya dengan proyek “dadakan.” Sebuah penghinaan ala PLN yang sadis.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 1,032 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "ORING" setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA