Pemimpin “Berhati” Rakyat (Kepada Bupati Tote Badeoda dan Wabup Domi Mere) - FloresPos Net

Pemimpin “Berhati” Rakyat (Kepada Bupati Tote Badeoda dan Wabup Domi Mere)

- Jurnalis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

“Menciptakan karya-karya besar/membutuhkan seniman yang bijak
Namun bila tidak karib dengan surga/sia-sia semua seni dan bijak”

Oleh: Steph Tupeng Witin

PENGGALAN puisi di atas ditulis Pietro Metastasio, nama samaran dari Pietro Antonio Domenico Trapassi, seorang penyair dan pustakawan Italia.

Puisi itu dikutip Bernardus dari Clairvaux, orang kudus dan pujangga Gereja (1090-1153) dalam percakapan intelektual dengan Albino Luciani yang kemudian menjadi Paus Yohanes Paulus I yang hanya memangku jabatan pimpinan tertinggi Gereja Katolik selama 34 hari.

Percakapan itu terdokumentasi dalam buku “Kepada Yang Terhormat” yang diterjemahkan Pater Alex Beding SVD (Nusa Indah, 1982).

Menurut Santo Bernardus, pemimpin yang bijak adalah seniman yang menciptakan karya-karya besar. Keputusan yang bijaksana hanya mungkin diambil oleh pemimpin yang disebut ”seniman” yang beriman.

Baca Juga :  Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Semakin besar tanggung jawab, semakin besar pula dibutuhkan bantuan Tuhan. Pemimpin hanya manusia biasa nan rapuh. Ibarat periuk tanah yang mudah retak. Maka tidak ada alasan secuil pun untuk bertindak arogan dan berwajah fasis. Baik dalam institusi agama (Gereja) maupun birokrasi.

Kita mulai dari Ende. Sebuah kebijaksanaan yang menyembul dari kaki Gunung Meja. Bupati Yoseph “Tote” Badeoda dan Wakil Bupati Dominikus Mere membuka tabir sejarah peradaban birokrasi Ende. Kita mesti jujur mengakui bahwa pemimpin periode sebelumnya berandil menempatkan Ende dalam sejarah peradaban birokrasi yang kelam, bahkan gulita.

Baca Juga :  Pemkab Ende Gelar Pasar Murah, Bulog Siapkan Belasan Ton Beras

Buku yang saya tulis “Politik Dusta di Bilik Kuasa” (JPIC OFM, 2019) merekam dengan cukup detail berbagai langkah dan kebijakan birokrasi amburadul, bahkan ugal-ugalan.

Buku yang didedikasikan untuk Kabupaten Ende itu dengan lugas menguliti karakter kepemimpinan yang haus kuasa, lapar proyek, arogansi kuasa, wajah fasis, politik balas dendam dan kebijakan kontroversial yang membuka ruang korupsi.

Fakta ini mesti kita ulang tanpa henti untuk sebuah kesadaran baru meski pasti menyakitkan. Saya tahu, pasti banyak orang tidak suka, marah, termasuk yang ada di balik dinding-dinding tebal.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 2,250 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "ORING" setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Pengukuhan Forum Anak Daerah Kabupaten Ngada periode 2026–2027, Rabu (22/4/2026).

Nusa Bunga

Forum Anak Daerah Dukung Ngada Menjadi Kabupaten Layak Anak

Rabu, 22 Apr 2026 - 14:13 WITA

Nusa Bunga

Polres Ende Gelar Latihan Sistem Pengamanan Mako

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:30 WITA