ENDE, FLORESPOS.net-Tokoh adat (mosalaki) bersama orangtua murid dan warga di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende bersih keras menolak penggunaan atau pemanfaatan lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni untuk pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Aksi penolakan tersebut dilakukan oleh mosalaki, orangtua dan warga saat pihak pemerintah desa dan pekerja membawa alat berat (eksavator) ke lokasi, Jumat (5/6/2026).
Sebelum ditahan oleh warga, alat berat tersebut sudah masuk halaman sekolah, merusak pagar, tembok dan satu tiang gedung sekolah SDN Wolomoni.
Pantauan Florespos.net, Sabtu (6/6/2026) siang ke lokasi, alat berat yang digunakan menggusur lahan milik sekolah untuk dibangun gedung KDMP di desa tersebut masih ada di lokasi.
Warga menahan alat berat itu karena telah merusak fasilitas sekolah dan tanaman milik warga.
“Jangan bawa pulang dulu, mereka harus ganti bangunan dan tanaman yang sudah rusak,” kata warga.
Jangan Bangun di Lahan Sekolah
Mosalaki Pu’u Wolomoni, Gregorius Masa kepada wartawan mengatakan bahwa lahan yang berada di belakang sekolah adalah lahan milik sekolah yang sudah diserahkan oleh mosalaki sejak puluhan tahun lalu.
“Tanah yang di belakang sampai depan dalam pagar itu kami serahkan untuk sekolah bukan untuk yang lain. Kami serahkan tahun 1968”.
Gregorius mengatakan sebagai mosalaki atau tokoh adat di desa ini dirinya kaget lahan yang diserahkan untuk sekolah akan dibangun KDMP.
“Sebagai mosalaki saya tidak tahu karena pemerintah desa dan mereka yang akan bangun koperasi tidak pernah datang beritahu saya”.
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










