Ribuan Jamaah Sholat Ied di Lapangan Pancasila, Idul Fitri Momen Perkuat Solidaritas - FloresPos Net

Ribuan Jamaah Sholat Ied di Lapangan Pancasila, Idul Fitri Momen Perkuat Solidaritas

- Jurnalis

Rabu, 10 April 2024 - 10:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Ribuan umat muslim di Kota Ende, Kabupaten Ende, NTT, mengikuti Sholat Ied di lapangan Pancasila, Rabu (10/4/2024). Sholat Ied itu dimulai pada pukul 06. 45 dan berakhir pukul 07.20 Wita.

Seperti disaksikan Florespos.net, ribuan jemaah Muslim memenuhi Lapangan Pancasila, Jalan Soekarno, Taman Renungan Bung Karno dan halaman Kantor Ende Utara mengikuti Sholat.

Menjadi imam pada sholat Ied ini, Abdulrahman Pua Jongo, Imam dari Masjid Darul Yaqin Mbongawani. Khatib, H. Muhammad Salam Daud, S.H, Kepala Seksi Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama Ende.

Tampak hadir mengikuti Sholat, mantan Bupati Ende, Djafar Achmad, Ketua PHBI Ende, Muhamad Tamrin dan sejumlah pejabat dan tokoh muslim di Ende.

Baca Juga :  Menuju Titik Balik (Refleksi: Mgr. Paulus Budi Kleden Pulang Kampung Waibalun)

Kegiatan Sholat Ied di Lapangan Pancasila dijaga oleh aparat gabungan TNI, Polri dibantu Remaja Masjid dan Pramuka Kwarcab Ende.

Muhammad Salam Daud, S.H mengatakan pagi ini umat islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri sebagai  wujud kemenangan mengalahkan hawa nafsu.

Idul fitri mengandung arti kembali pada kesucian rohani dan kembali kepada sikap keberagamaan yang benar atau  idul fitri mengajak umat muslim kembali menjalankan agama yang benar.

“Fitrah manusia itu berubah dari waktu ke waktu karena perubahan jaman,  agar fitrah tetap terjaga maka umat islam harus menghayati nilai- nilai islam dan keteguhan iman,” katanya.

Baca Juga :  Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende

Dikatakannya, puasa Ramadhan yang dilewati dapat membentuk pribadi Muslim yang sejati. Maka mari menjaga kerukunan dan menghindari hal-hal yang memperkeruh dan merusak kedamaian karena kehadiran islam membawa kedamaian.

“Segalah kebiasaan baik di bulan ramadhan dalam pengendalian hawa nafsu mesti kita pertahankan dalam kehidupan selanjutanya,” katanya.

Ditegaskannya, Idul Fitri adalah momentum emas untuk memperkuat solidaritas dan saling memaafkan sehingga terbinalah rasa persaudaraan dan kekeluargaan.

“Mari kita saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat,” katanya. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Berita Terbaru