Transisi Energi, Tapi Bukan Transisi Keadilan - FloresPos Net - Page 4

Transisi Energi, Tapi Bukan Transisi Keadilan

- Jurnalis

Sabtu, 12 Juli 2025 - 11:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pascual Semaun, SVD

Pascual Semaun, SVD

Tuntutan tersebut mencakup penghentian kekerasan dan kriminalisasi, penarikan aparat dari wilayah konsesi, dan pengakuan penuh terhadap hak-hak masyarakat adat.

Penutup: Pembangunan yang Berakar pada Keadilan

Pembangunan sejati bukan sekadar soal infrastruktur dan angka-angka ekonomi. Ia harus berakar pada keadilan ekologis, kesetaraan sosial, dan keberanian moral untuk mendengarkan suara yang paling sering diabaikan.

Dalam masyarakat adat yang menjaga tanah dengan cinta dan kesetiaan, sesungguhnya masa depan kehidupan yang berkelanjutan sedang dijaga bukan dihambat.

Baca Juga :  “Familiaris Consortio” Tanggapan Gereja Atas Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Sebagaimana disampaikan oleh Lucia Kalangona, SSpS, seorang religius putri asal Lembata: “Sebagai anak dari Lembata, saya turut merasakan perjuangan para tetua adat untuk menemukan jalan yang terbaik. Tanah adalah ibu, segala-galanya. Semoga Ama Lera Wulan, Ina Tanah Ekan memberi berkat bagi mereka yang berjuang demi keadilan dan kebaikan.”

Baca Juga :  Fun Football Jong Kudi Waibalun Cup: “IKTL dan Waibalun”

Doa dan harapan ini bukan sekadar ungkapan pribadi, melainkan gema dari hati banyak orang yang mencintai tanahnya.

Di dalam keberanian warga menjaga kehidupan, tercermin harapan akan dunia yang lebih adil dan berbelas kasih bukan hanya bagi Flores dan Lembata, tetapi juga bagi seluruh bumi. *

Penulis Adalah: Misionaris Indonesia bekerja di Paraguay, Amerika Latin

Berita Terkait

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Berita ini 474 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Minggu, 27 September 2026 - 16:43 WITA

Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Minggu, 27 September 2026 - 12:58 WITA

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Jumat, 25 September 2026 - 11:45 WITA

Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern

Rabu, 23 September 2026 - 17:36 WITA

Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:57 WITA

Opini

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 Sep 2026 - 16:27 WITA